Takut Disebut Murtad, Roger Danuarta Tanya soal Hukum Memakamkan Ibunya

Fajarina Nurin
Takut Disebut Murtad, Roger Danuarta Tanya soal Hukum Memakamkan Ibunya
Roger Danuarta di rumah duka ibundanya di Jalan Gatot Subroto, Jatake, Curug, Tangerang, Banten, Minggu (25/11/2018). [Ismail/Suara.com]

Roger Danuarta takut disebut murtad karena memakamkan ibundanya yang beragama selain Islam.

Suara.com - Sejak menjadi Muslim, 29 Oktober 2018, Roger Danuarta mulai rajin mengikuti kajian Islam. Salah satunya adalah kajian bersama Ustadz Adi Hidayat , belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Roger Danuarta bertanya pada Ustadz Adi Hidayat tentang kekhawatirannya. Pesinetron 36 tahun itu rupanya takut disebut murtad lantaran ikut memakamkan ibundanya yang beragama selain Islam, 16 November 2018.

Beredar Video Roger Danuarta Telah Menjadi Mualaf (instagram)
Beredar Video Roger Danuarta Telah Menjadi Mualaf (instagram)

"Saya Roger, saya mau bertanya pada Ustadz. Saya baru saja menjadi mualaf dan kemarin ini ibu saya baru saja meninggal dan saya pun memakamkan beliau," ujar Roger Danuarta.

"Yang ingin saya tanyakan adalah apakah saya murtad? Karena ada orang yang menyatakan saya itu murtad," sambungnya lagi.

Menurut Roger Danuarta, memakamkan jenazah sang ibu adalah bentuk baktinya sebagai seorang anak. "Padahal kalau menurut saya, kalau bukan anaknya, siapa lagi yang harus memakamkan orangtuanya," ucap Roger Danuarta.

Ustadz Adi Hidayat pun menjawab dengan perlahan bahwa Roger Danuarta tak akan dinyatakan murtad atau keluar dari Islam selama ia tak meyakini proses yang terjadi dalam pemakaman ibunya. Justru, kata Ustadz Adi Hidayat, adalah hal wajib berbakti kepada orangtua.

Roger Danuarta di rumah duka ibundanya di Jalan Gatot Subroto, Jatake, Curug, Tangerang, Banten, Minggu (25/11/2018). [Ismail/Suara.com]
Roger Danuarta di rumah duka ibundanya di Jalan Gatot Subroto, Jatake, Curug, Tangerang, Banten, Minggu (25/11/2018). [Ismail/Suara.com]

"Bakti anak kepada kedua orangtua sepanjang dalam urusan dunia, jika memang terjadi perbedaan keyakinan maka dia tidak terbatas. Kalau urusan ibadah, itu bisa berbeda. Beliau ibadah di tempat lain, Anda di tempat lain. Jangan saling paksa, kata Allah, berikan toleransi," kata Ustadz Adi Hidayat.

Ustadz Adi Hidayat pun memuji sikap Roger Danuarta yang ingin menunjukkan baktinya hingga akhir hayat sang ibu.

"Kalau Anda datang, untuk meniatkan misalnya hanya sekadar menghormati, hadir di situ tapi tidak meyakini apa yang dilakukan, hanya untuk menampilkan bakti terakhir, jumpa dengan ibu terakhir kali, dan sebagainya, itu tidak masalah. Sepanjang Anda tidak meyakini prosesnya benar, misalnya kremasi dan sebagainya. Anda hadir di situ karena Anda pernah dilahirkan, pernah dirawat. Nah, itu luar biasa. " tutup Ustadz Adi Hidayat.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS