The Kid Who Would Be King, Petualangan Alex Melawan Penyihir Jahat

Vania Rossa | Dinda Rachmawati
The Kid Who Would Be King, Petualangan Alex Melawan Penyihir Jahat
The Kid Who Would Be King. (Google)

Kisah Alex menyelamatkan negaranya dari ancaman kehancuran dan perbudakan penyihir jahat.

Suara.com - The Kid Who Would Be King, film besutan sutradara Joe Cornish ini mungkin akan menjadi film favorit untuk Anda sekeluarga. Film bergenre petualangan fantasi dan komedi ini akan membuat siapa pun yang menontonnya ikut terbawa pada kisah yang dialami oleh Alex dan teman-temannya.

Film kedua dari Cornish ini mengangkat kembali mitologi kuno di daerah Britania Raya, mitos Ksatria Meja Bundar yang dipimpin oleh seorang raja bernama King Arthur.

Dalam film ini, penonton akan diajak berpetualang bersama Alexander Elliot dan kawan-kawannya. Diperankan oleh aktor cilik pendatang baru, Louis Ashbourne Serkis, Alex diceritakan sebagai seorang anak yang pemberani dengan kehidupan modern yang cukup khas. Ia membela sahabatnya saat mengalami penindasan oleh teman sekolahnya.

Sampai pada suatu hari dia menemukan pedang yang tertancap di batu yang cuma bisa dicabut oleh dirinya sendiri. Kisah berlanjut saat keanehan mulai terjadi sampai ia menyadari bahwa ini adalah pedang Excalibur Raja Arthur.

Dia pun bertemu Merlin yang diperankan oleh Patrick Stewart dan Angus Imrie, seorang penyihir baik yang membantu dirinya dan para ksatria meja bundar untuk menyelamatkan negaranya dari ancaman kehancuran dan perbudakan penyihir jahat Morgana, yang diperankan oleh Rebecca Ferguson.

Alex harus membuat sekutu, bekerja keras dalam petualangan bersama sahabatnya Bedder yang diperankan Dean Chaumoo, dan mantan musuhnya Lance yang diperankan Tom Taylor, serta Kaye yang diperankan Rhianna Doris.

Ketika Alex dan teman-temannya semakin maju dalam petualangan mereka, film terus berkembang memainkan emosi para penontonnya, yang membuat seluruh perjalanan ke titik ini terbayar dengan beberapa cara yang menyenangkan dan bermanfaat.

Memamg, banyak pesan moral begitu tersirat di film ini yang disebutkan jelas oleh para bintang utamanya, yang tentunya begitu baik untuk anak-anak. Mulai dari peraturan yang tidak boleh dilanggar oleh Alex dan kawan-kawannya untuk menjadi seorang ksatria sejati, di antaranya berkata jujur, menghargai orang yang dicintai, setia satu sama lain, serta tidak berbuat usil atau nakal.

Film ini berjalan begitu menarik, dengan berbagai hal yang menonjol, seperti Merlin yang lucu dan karimastik, yang bisa mencuri perhatian lewat semua adegan yang ia lakoni.

Belum lagi karakter Alex yang bisa dijadikan sebagai contoh oleh anak-anak. Dia percaya diri tetapi tidak sombong. Dia adalah jenis pahlawan yang sangat disukai anak-anak dan dapat dibanggakan.

Film ini berisi tentang persahabatan, kesetiaan, dan kepercayaan yang begitu kental. Tentang bagaimana cara dunia bisa berubah di tangan para penerus atau generasi berikutnya untuk bisa lebih baik dari saat ini. Kisah Alex ini sudah ada di bioskop kesayangan Anda mulai 23 Januari 2019, ya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS