Menghuni penjara selama lima bulan atas kasus pencemaran nama baik benar-benar membuat kehidupan Augie Fantinus berubah, terutama kondisi keuangannya.
Jelas saja, aktor sekaligus pembawa acara itu kehilangan pekerjaan. Posisinya dalam program tv dan radio dicopot karena dia berada dibui.
"Kalau (penghasilan) turun iya pasti. Dulu ada program televisi reguler akhirnya saya distop dan diganti. Radio juga, karena saya diganti. Itu kan salah satu penghasilan tetap saya waktu itu," kata Augie Fantinus kepada Suara.com.
Setelah bebas dari bui, Augie menyebut pemasukannya turun lebih dari 50 persen. Beban itu dirasa cukup berat lantaran dia harus membayar untuk kebutuhan domestik, termasuk karyawan yang bekerja di rumahnya.
![Augie Fantinus (paling kanan) sebelum menjalani sidang [Instagram/Adrianabustami]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/01/31/84844-unggahan-istri-augie-fantinus.jpg)
"Kebutuhan rumah segala macam, ada ART, driver, segala macam, suster, pasti ada, dan itu tetap jadi tanggung jawab kita," kata Augie.
Mirisnya, dua bulan menghirup udara bebas, Augie belum memunyai pekerjaan tetap atau program reguler di tv atau di radio. Putar otak, dia akhirnya memutuskan berkarya sebagai YouTuber. Setidaknya kata dia, ada duit yang masuk ke dalam rekeningnya meski belum siginifikan.
Sambil menunggu dapat kontrak di program reguler, Augie tak menyia-nyiakan tawaran jadi bintang tamu di tv atau pemandu sebuah acara offair.

Seperti yang dilakukan belum lama ini, Augie menjadi juri sebuah acara pameran di Kota Kassablanca, Jakarta. Kemudian, menyusul didapuk sebagai MC acara basket di Cirebon.
Pemasukan lainnya didapat Augie dari hasil penjualan barang-barang miliknya seperti sepatu basket dan jersey basket. Bahkan, Augie sudah mulai menjual sepatu basket koleksinya saat masih berada di dalam penjara.
Jersey basket yang dijajakan Augie rupanya diminati banyak orang. Terbukti dalam waktu sembilan jam, suami Adriana Bustami ini berhasil menjual sebanyak 75 buah. Harga satuannya Rp 200 ribu.
"Terus kalau kaos kaki eksklusif hanya 150 pasang, dijual dan sekarang udah laku 70-an sudah dua hari," kata Augie.
Kendati kondisi keuangannya belum stabil, Augie tetap bersyukur. Meskipun, dia dan istri belum bisa menyisihkan penghasilan untuk ditabung.
"Yang penting anak bisa sekolah, bisa makan. Itu dulu," katanya.
Augie Fantinus dijatuhui hukuman 5 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 5 Maret 2019. Dia terbukti bersalah melakukan pencemaran nama baik terhadap instansi kepolisian.
Tapi lantaran sudah 5 bulan ditahan sejak ditangkap, Augie tak butuh waktu lama lagi bebas dari penjara sejak putusan dibacakan. Augie menghirup udara bebas dari Rutan Salemba pada 11 Maret 2019.
[Ismail]
Halaman selanjutnya bahas Fariz RM yang bingung harus biayai pendidikan anak di luar negeri.
3. Fariz RM
Sebelum Saipul Jamil dan Augie Fantinus, musisi senior Fariz RM lebih dulu menghadapi himpitan ekonomi karena hidup di penjara.
Fariz RM yang terkenal dengan lagu-lagu ciptaannya seperti Barcelona dan Sakura itu diciduk polisi di rumahnya, Bintaro, Jakarta Selatan pada 2015 karena kasus narkoba. Itu adalah penangkapan Fariz yang kedua.

Baru tiga bulan kebebasannya dibelenggu, Fariz RM sudah mengeluh soal kondisi keuangannya. Hal itu cukup wajar lantaran dia sebagai tulang punggung keluarga tak lagi bekerja selama di bui.
"Di rumah tahanan saya tidak bisa berkarya. Itu menganggu, penghasilan keuangan keluarga kami jumpalitan," kata Fariz RM.
Fariz makin dibuat pusing lantaran pembayaran biaya pendidikan anaknya di Belanda tak bisa ditunda. Pemasukan tak ada, pengeluaran menanti. Begitulah gambaran kondisi ekonomi Fariz RM kala itu.
"Anak-anak masih sekolah. Tapi saya yakin Allah Maha Bijak," ujarnya.
Di tengah himpitan ekonomi, Fariz RM setidaknya masih bisa bersyukur karena kondisi psikis anaknya tak terganggu atas kasusnya yang menjeratnya. Mereka, kata Fariz, masih percaya kepada dirinya sebagai seorang ayah dan kepala keluarga.
![Musisi Fariz RM usai menjalani persidangan di PN Jakarta Selatan, Senin (9/3/2015). [Suara.com/Nanda Hadiyanti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2015/03/09/o_19fv5gvf4ob4uga13c5jlp143da.jpg)
Fariz RM pertama kali tersandung kasus narkoba pada Oktober 2007. Waktu itu, dia terjaring operasi rutin di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan.
Sementara yang terakhir, Fariz RM ditangkap di rumahnya pada 24 Agustus 2018. Petugas di rumah Fariz menemukan barang bukti berupa sabu hingga dumolid.
[Revi Cofans Rantung]