- Fariz RM resmi meninggalkan profesi musisi, membuang ponsel, dan menghapus media sosial demi ketenangan pribadi.
- Seluruh aset dan kegiatan profesionalnya kini dikelola oleh manajemen berbasis syariat di bawah naungan Bhakti Gemilang.
- Ia menitipkan pesan agar Menteri Kebudayaan merangkul musisi untuk berjuang demi karya tanpa kepentingan politis.
Suara.com - Musisi senior Fariz RM menyatakan telah melakukan hijrah total dari industri musik nasional.
Pria 67 tahun ini mengaku sudah tidak lagi menggunakan ponsel maupun media sosial dalam setahun terakhir.
Langkah drastis ini diambilnya karena merasa lelah dengan dinamika industri musik Indonesia yang dianggapnya sudah terlalu banyak dibumbui unsur politis dan persoalan non-musikal. Dia memilih melakukan "detoks" total dari lingkungan sosial dan komunikasi demi ketenangan pribadi.
"Saya hijrah dari profesi, saya hijrah dari lingkungan sosial, komunikasi. Saya enggak pakai handphone, tidak lagi pakai handphone, tidak lagi ada akun sosial, bebas semuanya. Bener-bener total... total detoks," kata Fariz RM saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2026
Keputusan ini menjadi titik balik bagi Fariz yang memiliki rekam jejak panjang di dunia musik namun sempat beberapa kali tersandung kasus penyalahgunaan narkoba.
Setelah bebas dan melewati masa rehabilitasi beberapa waktu lalu, Fariz kini menyerahkan seluruh pengelolaan aset dan profesionalitasnya kepada manajemen baru yang berbasis syariat.
"Semuanya sudah terkelola dengan baik di bawah Bhakti Gemilang, perusahaan saya sendiri yang saya kembangkan ke arah syariat manajemen dan syariat bisnis. Saya tidak lagi menentukan arah jalan profesionalitas saya sendiri. Hijrah total," tegasnya.
Pelantun lagu Sakura ini mengungkapkan bahwa keresahannya memuncak saat melihat kondisi industri yang tidak lagi berfokus pada karya seni.
Dia merasa cita-citanya sebagai pemusik telah melenceng karena tuntutan popularitas dan kepentingan di luar musik.
Baca Juga: Lelang Jaket Barcelona di BASF Awards, Fariz RM Donasikan Hasilnya ke Panti Asuhan
"Artinya saya memilih jadi pemusik tuh justru ingin berkarya. Tapi ternyata sekarang tuh makin banyak persoalan-persoalan yang bukan musikalnya. Bikin ribet hidup, saya sudah males banget," tambahnya.
Meski menyatakan pensiun, Fariz tetap menaruh perhatian pada ekosistem musik nasional. Dia menitipkan pesan agar para komposer dan pelaku industri bersatu tanpa ada kepentingan pribadi yang tersembunyi.
Secara khusus, dia meminta Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha untuk merangkul para musisi.
"Pak Fadli, Giring, akomodirlah temen-temen. Jadikan mereka sadar untuk bener-bener memperjuangkan musik nasional tanpa pretensi apa pun. Jujurlah, bergabunglah, berjuanglah," imbuhnya.
Saat ini, Fariz mengaku lebih nyaman menikmati hari tanpa gangguan alat komunikasi dan fokus menjalani kehidupan barunya di luar sorotan publik.