Liputan Khas

KHAS adalah sajian beragam artikel dengan topik-topik menarik hasil liputan khusus/khas dari tim redaksi Suara.com.

Lipsus: Artis di Pusaran Percobaan Bunuh Diri

Yazir Farouk
Lipsus: Artis di Pusaran Percobaan Bunuh Diri
Ilustrasi stres, depresi [shutterstock]

"Gue ini udah beruntung, enak banget. Kenapa gue saat itu mau melakukan itu," katanya.

Suara.com - Anak muda itu sudah gelap mata. Satu kakinya menginjak balkon lantai 37 sebuah apartemen di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Selangkah lagi, nyawanya bisa melayang.

Verrell Bramasta mengurungkan niat untuk mengakhiri hidup setelah ibunya, Venna Melinda, mengetuk pintu. Ya, lelaki yang nyaris terjun dari ketinggian ratusan meter itu adalah Verrell, artis yang kini digandrungi kaum millenial.

Peristiwa mencekam itu pernah diungkap Verrell di YouTube channel Abidzar Al Ghifari. Apa alasan ingin mengakhiri hidup tak disebut secara gamblang. Yang jelas, dia alami depresi berat.

Yang lalu biar lah berlalu. Saat mengingat momen-momen itu, Verrell Bramasta begitu menyesal. Dia tak pernah menyangka pernah punya niat ingin bunuh diri.

Padahal setelah dipikir-pikir, kata Verrell, masih banyak orang yang memiliki masalah lebih berat darinya.

"Gue ini udah beruntung, enak banget. Kenapa gue saat itu mau melakukan itu," katanya.

Verrell Bramasta. [Ismail/Suara.com]
Verrell Bramasta. [Ismail/Suara.com]

Dari situ, Verrell Bramasta petik pelajaran. Salah satunya, jangan pernah ambil keputusan apapun ketika pikiran sedang tak jernih.

"Karena bisa berdampak ke hal-hal yang tidak kalian sangka," ucapnya.

Apa yang dialami Verrell Bramasta ini merupakan bukti nyata bahwa hidup bergelimang harta dan serba kecukupan tak menjamin bebas dari paparan depresi yang bisa berujung percobaan bunuh diri. Keinginan akhiri hidup juga tak memandang tua-muda atau lelaki-perempuan.

Penyanyi Ariel Tatum misalnya. Dia pernah lakukan percobaan bunuh diri saat masih berusia 13 tahun. Blak-blakan, Ariel ingin bunuh diri karena akibat derita Borderline Personality Disorder (BPD) atau kepribadian ambang akut.

"Kayak seakan-akan ada orang lain lagi yang ngocehin aku, kayak bilang 'nggak apa-apa its okay' ngelakuin itu. Biasanya itu di rumah, di kamar," katanya.

Malah, percobaan bunuh diri terakhir dilakukannya pada dua tahun lalu atau saat Ariel Tatum berusia 21 tahun. Ketika sekarang mengingat hal itu, dia jadi takut dengan dirinya sendiri.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS