alexametrics

Dibilang Ustaz Penjilat Penguasa, Respons Yusuf Mansur Santai Banget

Yazir Farouk | Rena Pangesti
Dibilang Ustaz Penjilat Penguasa, Respons Yusuf Mansur Santai Banget
Ustaz Yusuf Mansur [instagram Yusuf Mansur] Dalam instgramnya ia menceritakan persahabatan dengan warga Tionghoa dan imlek.

"Saya kalo kurang sujud, bisa belagu, sombong," kata Ustaz Yusuf Mansur.

Suara.com - Ustaz Yusuf Mansur menjadi bahan olok-olokan warganet. Namanya diubah dan dibilang sebagai ustaz penjilat.

Masalah ini bermula saat Ustaz Yusuf Mansur mengucapkan syukur karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan Perpres investasi minuman keras (miras). Sebagai ungkapan itu, da'i 44 tahun ini mengajak masyarakat sujud syukur.

Ajakan ini kemudian masuk dalam portal media online dan dibalas salah satu warganet. Pesan tersebut diunggah Ustaz Yusuf Mansur di Instagram, Kamis (4/3/2021) berisi ejekan buat sang pendakwah.

"Kalau ada ustaz atau kyai kang jilat penguasa, nih salah satunya," tulis warganet yang diblurkan namanya oleh Ustaz Yusuf Mansur.

Baca Juga: Perpres Miras Dicabut, Yusuf Mansur Ucapkan Selamat ke Jokowi dan Rakyat

Ustaz Yusuf Mansur pun menanggapi ejekan warganet itu dengan santai. Termasuk soal namanya yang diganti dan dianggap sebagai penghinaan oleh salah satu rekan sang ustaz.

Kenalan Ustaz Yusuf Mansur bertanya, siapa sosok 'ucup' yang dimaksud.

"Ustaz keren dan ganteng ini masa dibilang Ucup," ucap seseorang dalam pesan yang ditulis Ustaz Yusuf dalam kolom caption.

Sambil tertawa, sang ustaz mengakui dirinya. "Huahaha, saya adalah Ucup. Ya, banyak orang itu ucupers," seloroh Ustaz Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur lantas menjelaskan maksud dari sujud syukur tersebut. Bahwa ia bukan bermaksud sujud pada manusia, melainkan Allah.

Baca Juga: Sejak Awal Ustaz Yusuf Mansur Yakin Presiden Akan Cabut Perpres Miras

"Saat berdoa, mana yang lebih saya suka? Ngangkat tangan? Atau sujud? Demi Allah, sujud. Nyaman sekali. Nggak sepantar gitu dengan Allah. Nggak banget, Bener-bener merendah... Asyik. Adem," katanya.

Komentar