alexametrics

Interview: Prilly Latuconsina Tentang Bisnis Hingga Kegiatan Saat Pandemi

Sumarni | Rena Pangesti
Interview: Prilly Latuconsina Tentang Bisnis Hingga Kegiatan Saat Pandemi
Prilly Latuconsina [Suara.com/Sumarni]

Prilly Latuconsina mempunyai banyak bisnis.

Suara.com - Pandemi virus corona memberikan tak sedikit dampak buruk bagi masyarakat. Mulai dari kehilangan pekerjaan, hingga merasa stres karena banyak menghabiskan waktu di rumah.

Untuk itu, aktris Prilly Latuconsina memberikan tips menyiasati keuangan, hingga membangkitkan semangat saat pandemi virus corona. Dari sisi ekonomi, bintang film Danur ini telah mengembangkan bisnis.

Setidaknya di masa pandemi, Prilly Latuconsina sudah membuka tiga bisnis dan semuanya berjalan lancar. Salah satu faktor keberhasilan, jeli melihat peluang.

Walaupun tak bisa dipungkiri, ada bisnisnya yang mengalami dampak dari pandemi. Demi bertahan, mantan pacar Maxime Bouttier itu tak ragu merogoh kocek pribadi.

Baca Juga: Interview: Asri Welas Bicara Soal Dampak Pandemi Covid-19 di Industri Perfilman

Prilly Latuconsina [Revi C Rantung/Suara.com]
Prilly Latuconsina [Revi C Rantung/Suara.com]

Bagi Prilly Latuconsina, tak mudah mengelola delapan bisnisnya. Jika sudah merasa pusing dengan pekerjaannya, dara 24 tahun tersebut akan mencari kebahagiaannya.

Seperti apa selengkapnya? Berikut wawancara tim Suara.com bersama Prilly Latuconsina.

Ada berapa banyak sih bisnis Prilly Latuconsina saat ini?

Nona Judes, Bumbu Nona, Rebel Princes, Slim Ily, Before After Me, Ily Gold, jewelry, total ada 8.

Bagaimana cara kamu buat kontrol bisnis?

Baca Juga: Interview Pemilik Tambang Mas Sangihe, Menjawab Semua Tudingan

Setiap bisnis pasti ada timnya seperti penjualan, operasional sampai marketing. Jadi kalau sudah punya tim yang solid, akan mempermudah, tapi ada beberapa yang aku handle sendiri.

Proses awal menemukan bisnis itu seperti apa?

Di masa pandemi ini kuncinya adalah harus kreatif. Kita research market. Dengan adanya PPKM, pasti kebiasaan masyarakat berubah. Apa sih kebutuhan konsumen? Kebutuhan itulah yang menjadi jawaban untuk mengembangkan produk.

Tahap pengembangannya bagaimana?

Cari apa yang market butuhkan. Banyak baca berita, lihat sosial media apa yang dibutuhkan. Terus, temukan partner yang tepat. Misalnya kristal, aku cari rekan yang sudah melakukan terapi healing, tau cara mengolahnya dan punya link ke kristal itu. Jadi sebenernya gimana kita pinter cari peluang dan network.

Prilly Latuconsina [Revi C Rantung/Suara.com]
Prilly Latuconsina [Revi C Rantung/Suara.com]

Contohnya?

Misalnya, Before After Me itu adalah produk minuman kolagen dan multivitamin. Aku launching saat pandemi pas Januari, itu menjawab kebutuhan konsumen. Mereka yang di rumah pasti membutuhkan produk skincare dan multivitamin.

Ada juga aku jualan kristal yang ada di tumblr. Kristal itu identik dengan kesehatan mental, karena biasa digunakan untuk terapi pasien yang punya masalah mental health. Di saat pandemi, banyak yang mentalnya terpengaruh menjadi panik, stres.

Satu lagi emas. Ada orang yang ingin beli sesuatu atau memberikan, tapi bisa menjadi bentuk investasi. Akhirnya aku buka bisnis ini dengan harga terjangkau untuk milenial.

Seperti apa prospek pengembangannya?

Tiga bisnis yang dilaunching saat pandemi berjalan baik. karena, kalau sudah bisa menjawab kebutuhan konsumen, itu akan berjalan dengan sendirinya.

Tiga produk itu berhasil saat pandemi. Apakah ada bisnis yang mengalami kerugian akibat wabah ini?

Ada banget, contohnya restoran yang udah pasti harus tutup. Sudah mencari solusi, melakukan promosi dengan kasih hand sanitizer dan lainnya. Walaupun hasilnya naik turun.

Apa sempat menggunakan uang pribadi untuk menutupi kerugian?

Bukan nombok sih, menggunakan uang pribadi di saat tertentu aja. Misalnya kemarin kasih THR, aku nggak mau memotong. Sedangkan profit yang didapatkan hanya cukup beli bahan, operasional.

Prilly Latuconsina [Revi C Rantung/Suara.com]
Prilly Latuconsina [Revi C Rantung/Suara.com]

Ada budget untuk operasional tambahan. Kayak awalnya nggak ada budget untuk beli sarung tangan, hand sanitizer, sarung kepala, bahkan sabun cuci baju karyawan ada budgetnya. Biaya swab karyawan, vitamin, nah itu masuknya ke operasional tambahan yang sumbernya dari BOD.

Total ada berapa karyawan dari 8 bisnis?

Mungkin kalau dihitung dengan pegawai pabrik, sekitar 50-80 orang. Karena bisnisnya bukan yang harus karyawan banyak.

Pusing nggak mengatur itu semua?

Pusing sih. tapi kan setiap bisnis ada divisinya. Ya aku sebagai CEO, nggak mengerjakan sendiri, punya partner. Karena punya tim dan rekan yang tepat, alhamdulillah lancar dan bisa menemukan solusi.

Bagaimana cara-cara sederhana ala Prilly menghilangkan pusing dan stres?

Aduh mungkin ini aneh banget ya. Misalnya kemarin aku stres karena haid hari pertama, tapi aku malah mengerjakan soal. Nggak tau, rasanya nggak stres lagi. Mungkin karena aku suka, jadi menurut aku (ngerjain soal) seperti main gim.

Mungkin yang bisa dilakukan, mandi. Aku suka banget mandi, karena bisa menghilangkan stres. Pakai sabun, scrub kesukaan, skin care, itu stress healing banget. Aku juga suka make up walaupun di rumah aja. Karena dandan atau tampil baik untuk diri sendiri itu bisa menghilangkan stres juga.

Bicara soal menghilangkan stres saat pandemi, baru aja kemarin Nia Ramadhani ditangkap karena kasus narkoba. Alasannya, karena dia juga stres di saat pandemi.

Bagaimana tanggapan kamu mengenai orang yang akhirnya lari ke narkoba karena situasi seperti ini?

Prilly Latuconsina di kawasan Jagakarsa, Tangerang Selatan, Minggu (4/8/2019). [Sumarni/Suara.com]
Prilly Latuconsina di kawasan Jagakarsa, Tangerang Selatan, Minggu (4/8/2019). [Sumarni/Suara.com]

Setiap orang beda-beda, aku nggak mau menghakimi juga, karena kita nggak tahu apa yang orang itu lewati. Tidak membenarkan jalannya, tapi aku sendiri merasa beruntung bisa bahagia lewat cara sederhana.

Sekadar mengerjakan soal matematika sudah membuat stres aku hilang. Ngobrol sama mama papa juga, masak. Tapi balik lagi, semua orang punya cara menyelesaikan stresnya masing-masing.

Ini juga aneh banget sih, baru-baru ini aku lagi gabut banget. Tanya ke orang, eh lu punya tugas nggak? Sini gue kerjain. Jadi aku memang suka belajar.

Sebelumnya pernah mengerjakan tugas teman juga?

Pas SMA, aku bisa yang kerjain PRnya atau menjelaskan ke dia. Di Instagram (posting) menemukan cara cepat perkalian lima. Supaya orang-orang yang lagi belajar misalnya anak buat anak SD SMP, SMA yang lagi sekolah online di rumah.

Aku juga minta ke tim Ruang Guru, untuk mengajar. Bukan sekadar BA yang sekadar dikontrak, aku beneran minta ke CEO Ruang Guru. Aku menguasai materi matematika.

Menarik nih, terutama soal postingan cara cepat perkalian lima. Itu ada keterlibatan tim Ruang Guru atau kamu menemukannya sendiri?

Iya (diotak-atik sama Prilly). Menemukan cara cepat nggak gampang, berpikir pakai logika, corat-coret rumus. Aku kirim trik cepatnya ke ruang guru, nanti mereka yang breakdown.

Aku juga dulu les matematika, trik menjawab dengan cara cepat itu suka diajarin. Supaya bisa mengerjakan soal UN, karena satu nomor itu waktunya sedikit.

Kalau boleh flashback dikit soal ngerjain tugas orang. Dulu pas sekolah pernah jadi joki yang dibayar nggak?

Prilly Latuconsina [Ismail/Suara.com]
Prilly Latuconsina [Ismail/Suara.com]

Kalau yang dibayar, nggak pernah. Aku jadi joki, untuk nge-gebet. Dulu pas sekolah lagi suka-sukaan, liat cowoknya kasihan ngerjain PR. Sebenernya ini jangan dicontoh ya, cuma dulu biasa jaman SMA, suka, cinta monyet, sampai akhirnya PR cowok itu aku yang ngerjain.

Cerdas ya Prilly cari perhatian ke gebetan?

Antara cerdas atau agak bodoh juga ya. Bucinnya, sampai mengerjakan tugas orang. Bukan karena bucin juga, tapi memang suka belajar. Itu jangan ditiru, nggak boleh kita mengerjakan tugas orang lain.

Ngomong-ngomong soal suka belajar, Prilly kan sekarang kan masih kuliah. Ada niat untuk ke S2 nggak?

Tahun ini sidang, kalau lanjut sih kayaknya nggak (S2) tahun ini. Penginnya ambil kursus juga, tapi untuk sekarang nggak mungkin ke luar negeri karena situasi begini.

Berarti Prilly termasuk yang menjaga diri banget ya di pandemi ini. Apa aja sih yang kamu lakukan?

Kalau ada orang ke rumah harus swab dulu. Terus semprot. kan sekarang ada beberapa desinfektan juga buat makanan, baju, kulit. Jadi kalau ada orang, semprot dulu.

Prilly itu tipe yang parno nggak?

Parno banget. Kalau aku keluar rumah, pake maskernya double. Setiap mau nyentuh sesuatu, semprot, duduk, semprot dulu. Aku juga meminimalisir pegang muka, harus cuci tangan dulu. Jadi se-bersih itu. Mungkin ribet ya, tapi kan kita juga menjaga keamanan masing-masing.

Kalau akting sendiri, gimana? Karena itu kan interaksi sama banyak orang juga.

Prilly Latuconsina di kawasan Jagakarsa, Tangerang Selatan, Minggu (4/8/2019). [Sumarni/Suara.com]
Prilly Latuconsina di kawasan Jagakarsa, Tangerang Selatan, Minggu (4/8/2019). [Sumarni/Suara.com]

Kalau yang tayang sekarang, syutingnya sebelum PPKM. Nah kalau sekarang aku nggak berani terima pekerjaan apapun. Baru nanti Agustus ada jadwal, karena kontrak.

Protokol kesehatannya ketat banget, semua harus swab, ruang tunggu harus steril, disemprot disinfektan. Semua kru nggak ada yang boleh lepas masker, kita sebagai pemain hanya melepas saat akting.

Terakhir, ada nggak tanggapan Prilly sama orang yang liburan di masa pandemi ini dengan berlandaskan stres?

Duh gue juga stres, pengin liburan. Aku juga ada jadwal liburan di Juli atau Agustus ke Labuan Bajo, tapi aku batalkan. Karena aku nggak mau jadi orang egois, ya kalau kita bilang stres mau liburan, ya semua orang juga. Aku nggak mau jadi egois, apalagi punya digital platform dengan banyak follower. Nggak mau memberikan contoh yang nggak baik. Tapi aku pun nggak mau menghakimi orang yang seperti itu, terserah mereka.

Tapi sebaiknya, kalau punya follower banyak dan mau liburan, nggak usah diposting deh. Itu kayak kasih contoh yang kurang baik. Orang lagi di rumah aja, kita malah liburan, nggak etis aja menurutku.

Ada saran untuk masyarakat?

Saran aku ya di rumah aja. Tapi kalau ngotot mau liburan, ya pakai protokol yang ketat banget, banget. Buat aku, kalau sampai ada orang yang liburan di masa PPKM ini, adalah orang yang egois. Karena aku mau liburan, aku batalkan. Aku akan menjadi orang paling jahat kalau liburan di saat sekarang.

Jadi buat anda yang punya banyak follower, terserah deh kalau mau liburan, itu risiko sendiri. Tapi tolong, nggak usah posting dan jangan sampai menularkan ke orang lain.

Komentar