Profil Ali Hamza, TikToker Diboikot Warganet Usai Dianggap Sebar Kebencian Soal Kpop

Fitri Asta Pramesti

Jum'at, 10 September 2021 | 17:34 WIB
Profil Ali Hamza, TikToker Diboikot Warganet Usai Dianggap Sebar Kebencian Soal Kpop
Ali Hamza [YouTube: Info Populer]

Suara.com - Nama Ali Hamza sedang jadi omongan. TikToker ini menuai kritikan karena dianggap menyebarkan kebencian soal Kpop. Berikut profil Ali Hamza.

Warganet yang geram belakangan kompak menyerukan boikot terhadap Ali Hamza. Bahkan, sampai membuat petisi online yang kini telah diteken oleh ratusan ribu orang.

Boikot Ali Hamza berawal dari postingan dirinya mengomentari dugaan Mnet memakai remix azan dalam video pembuka acara survival Street Woman Fighter. Ia menyalahkan Kpop atas kasus tersebut.

Postingannya Ali Hamza langsung menuai kecaman keras warganet. Buntutnya, tagar Boikot Ali Hamza sempat nangkring di trending topic pada Jumat (10/9/2021) pagi.

Siapa sebenarnya pria yang bikin warganet khususnya Kpopers geram ini? Untuk lebih jelasnya, simak profil Ali Hamza berikut.

Profil Ali Hamza

Ali Hamza [Tik Tok: /@alinezad]
Ali Hamza [Tik Tok: /@alinezad]

Ali Hamza merupakan sosok di balik akun TikTok @alinezad. Ia diketahui merupakan konten kreator asal Jakarta.

Berdasarkan bio akun TikTok, Ali Hamza menunjukkan dirinya sebagai kreator soal Islam dan edukasi.

Cukup populer, akun TikTok pria 23 tahun ini sudah memiliki 2,9 juta pengikut. Ia diketahui mulai aktif mengunggah konten sejak Maret 2020.

baca juga

Ia melabeli dirinya sebagai kreator yang kerap membagikan konten seputar tutorial, Islami, POV, viral, dan edukasi, sebagaimana yang ia tuliskan di bio akun TikToknya.

Beberapa konten TikTok terbaru yang ia unggah memiliki judul yang kontroversional seperti, "Viral Stasiun tv Korsel lagi dan lagi permainkan Islam", "Lagu kpop yang dinilai permainkan Agama Islam", hingga China banned cowo feminine tampil di TV".

Selain TikTok, Ali Hamza juga aktif di YouTube. Lewat kanalnya yang bernama hamzali abradinezad, ia kerap membuat konten seputar hal-hal viral dan kontroversi. Pria ini juga beberapa kali terlihat membuat cover lagu.

Dianggap sebar kebencian

Selebgram Ali Hamza yang diboikot karena dianggap menghina penggemar K-Pop [Tik Tok/@alinezad]
Selebgram Ali Hamza yang diboikot karena dianggap menghina penggemar K-Pop [Tik Tok/@alinezad]

Warganet ramai-ramai menggemakan biokot Ali Hamza, buntut pernyataan soal kontroversi remix azan Mnet. Ia dianggap membuat konten yang menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian soal Kpop.

Awalnya, Ali Hamza membuat konten video yang menyebut bahwa Korea Selatan mempermainkan Islam, seiring dengan kasus dugaan Mnet menggunakan remix azan.

"Nggak ngerti lagi Korea Selatan kembali berulah. Kali ini mereka mempermainkan agama Islam guys. Waduh nggak bisa dibiarin," ujar Ali Hamza dalam videonya.

Setelah memperlihatkan video di mana azan tersebut disisipkan dalam video di acara Mnet, Ali Hamza menegaskan ini bukan kali pertama hal tersebut terjadi.

"Kalian tahu, ini nggak terjadi satu atau dua kali guys. Orang Korea ini memang sering banget menggunakan azan dalam musiknya. Waduh ini nggak ada akhlak banget guys," terangnya.

Selebgram yang juga seorang model ini bahkan mengutip ucapan Presiden Korea Utara, Kim Jong Un yang menyebut, "K-Pop seperti kanker ganas."

Tak hanya mengutip ucapan kasar tersebut, Ali Hamza juga menuliskan caption untuk pecinta musik Korea. Bahwa dengan adanya kasus ini masih banyak orang-orang yang menyukai K-Pop.

"Udah tau sering begini, masih aja lu demen tuh K-Pop k-Popan! Di saat agama lu dihina, lu diem? Penyembah fisik," imbuhnya.

Petisi online boikot Ali Hamza

Petisi boikot Ali Hamza. (change.org)
Petisi boikot Ali Hamza. (change.org)

Pernyataan Ali Hamza memicu munculnya petisi online berisi ajakan boikot dirinya. Adapun petisi yang dibuat di laman change.org itu berjudul "Boikot Ali Hamza, Content Creator Penyebar Fitnah & Kebencian".

Petisi yang dibuat oleh akun @DamaiIndonesiaku ini, telah diteken 134.767 pada Jumat (10/9/2021) sore dan jumlahnya diperkirakan bakal terus bertambah.

Beberapa warganet yang mendukung petisi boikot Ali Hamza ini menyebut sang TikToker telah menyebarkan fitnah dan kebencian.

"Suka menebar fitnah dan menebar ucapan kebencian," tulis akun Navi***.

"Selalu menyebar kebencian tentang artis kpop terlebih bts dan army. mengadu domba dan mengiring opini yang salah + fitnah," kata Sif***.

"Saya menandatangani ini karena ali hamza sudah memberikan opini yg tidak masuk akal," timpal Nis***.

Itulah profil Ali Hamza yang kini diboikot warganet karena dianggap menyebarkan kebencian soal Kpop. Bagaimana menurutmu?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Ali Hamza Diboikot Karena Dianggap Menghina K-Pop

Kronologi Ali Hamza Diboikot Karena Dianggap Menghina K-Pop

Entertainment | Jum'at, 10 September 2021 | 14:09 WIB

Disebut Sebar Kebencian, Petisi Boikot Ali Hamza Menggema di Twitter

Disebut Sebar Kebencian, Petisi Boikot Ali Hamza Menggema di Twitter

Tekno | Jum'at, 10 September 2021 | 11:32 WIB

3 Acara Televisi Korea Dikecam Warganet Indonesia, Mnet Diduga Remix Suara Azan

3 Acara Televisi Korea Dikecam Warganet Indonesia, Mnet Diduga Remix Suara Azan

Entertainment | Kamis, 09 September 2021 | 16:58 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×