facebook

Nova Eliza Protes Ganjar Pranowo Diberi Gelar 'Teuku', Ternyata yang Benar 'Teungku'

Yazir Farouk | Rena Pangesti
Nova Eliza Protes Ganjar Pranowo Diberi Gelar 'Teuku', Ternyata yang Benar 'Teungku'
Foto kolase Nova Eliza dan Ganjar Pranowo.

Nova Eliza tak terima dengan pemberian gelar Teuku untuk Ganjar Pranowo.

Suara.com - Gelar Teuku yang disematkan ke Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Aceh menuai protes dari Nova Eliza. Artis kelahiran Banda Aceh itu tak terima dengan pemberian gelar tersebut.

"Saya pribadi sebagai orang Aceh menolak keras pemberian 'Teuku' kepada siapapun kecuali ada garis keturunan," kata Nova Eliza di Instagram, Senin (9/5/2022).

Protes itu hadir saat Nova Eliza membaca portal media yang mengunggah berita Ganjar Pranowo, 10 April 2022. Isinya soal sang Gubernur Jawa Tengah yang mendapat gelar Teuku.

Namun jauh sebelum Nova Eliza menuliskan postingan tersebut, Ganjar Pranowo sudah memberikan klarifikasi. Ini terlihat saat sang Gubernur dengan bangga menyandang gelar baru dari Aceh tersebut.

Baca Juga: Nova Eliza Protes Ganjar Pranowo Diberitakan Dapat Gelar Teuku: Saya Menolak Keras!

"Perkenalkan Teuku Ganjar Pranowo," kicaunya pada 10 April 2022.

Cuitan Ganjar Pranowo.
Cuitan Ganjar Pranowo.

Ia menambahkan, "Ini adalah gelar kehormatan yang dianugerahkan Majelis Adat Aceh dengan tanda penyematan kopiah mekeutob dan rencong.

Sehari setelah menuliskan postingan tersebut, Ganjar Pranowo meralatnya.

"Yang benar adalah Teungku," tulisnya pada 11 April 2022.

Melansir dari berbagai sumber, ada perbedaan mencolok antara gelar Teuku dan Teungku. Walaupun gelar ini hanya berbeda satu huruf.

Baca Juga: Ratusan Anggota Relawan Desa di Sulawesi Selatan Deklarasi Ganjar Pranowo Calon Presiden

Teuku adalah gelar kebangsawanan untuk seorang laki-laki yang masih keturunan Sultan, raja atau pemimpin Naggroe (negeri).

Sementara Teungku diberikan kepada seseorang yang memiliki pengetahuan agama atau seorang tokoh agamai baik laki-laki atau perempuan.

Teungku juga bisa disematkan kepada panggilan atau gelar kepakaran untuk seorang ulama atau ustadz atau guru ngaji. Walau pada prakteknya kadang dipakai juga untuk panggilan secara umum untuk laki-laki Aceh.

Komentar