
Mendengar namanya dituding merebut kursi orang lain, Nia Ramadhani segera memberikan klarifikasi. Ia membagikan tangkapan layar percakapannya dengan promotor yang mengundangnya. Nia akhirnya mendapat jawaban bahwa ia tidak menduduki kursi orang lain karena kursinya sudah disediakan oleh panitia.
6. All Access

Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terungkap bahwa sebagai undangan Nia Ramadhani mendapat fasilitas AA alias All Access. Penonton dengan fasilitas AA tidak membutuhkan gelang sebagai tiket masuk karena memiliki akses dengan bebas.
7 Duduk di Baris Pertama

Selanjutnya Nia juga memperlihatkan bahwa kursi yang didudukinya ada di baris pertama dan tanpa penomoran. Sementara untuk kategori DA seperti yang diunggah oleh pihak yang mengaku diserobot kursinya, ada di baris kedua dengan kursi bernomor. Pihak promotor juga menyebut jika kursi dengan kategori DA tidak diperjualbelikan. Pasalnya DA merupakan kursi khusus yang disediakan untuk klien. Sehingga muncul dugaan netizen itu membeli tiket yang tidak digunakan oleh si klien.
8. Ditawari Bawa ke Jalur Hukum

Selain meminta maaf dan akan mengusut masalah tersebut, promotor yang belakangan diketahui adalah Effendy dari Warna Warni Media menawarkan langkah hukum. Pihaknya menawari Nia dengan mengusulkan menjerat orang yang menuduhnya dengan pasal ITE.
Lewat unggahan tangkapan layar percakapannya dengan pihak promotor Nia Ramadhani menegaskan bahwa dirinya duduk di kursi yang memang disediakan untuknya. Namun, hingga tulisan ini dibuat belum ada informasi lanjutan tentang apakah Nia Ramadhani setuju membawa masalah ini ke jalur hukum seperti tawaran promotor atau tidak.
Kontributor : Safitri Yulikhah