Roasting Anies Baswedan Hingga Viral, Kiky Saputri Menangis Tak Bisa Tidur Kehilangan Uang Sampai Rp 2,5 Miliar

Sumarni
Roasting Anies Baswedan Hingga Viral, Kiky Saputri Menangis Tak Bisa Tidur Kehilangan Uang Sampai Rp 2,5 Miliar
Potret Kiky Saputri Pakai Kebaya Merah (instagram/@kikysaputrii)

Kiky Saputri baru pertama kali menceritakannya kepada publik melalui acara 'Mata Najwa'.

Suara.com - Kiky Saputri mengungkap fakta cukup mengejutkan soal roastingan terhadap Anies Baswedan yang viral. Fakta tersebut baru diungkap Kiky kepada Najwa Shihab di acara "Mata Najwa" yang tayang pada Sabtu (19/11/2022).

Kiky Saputri ternyata baru kehilangan uang Rp 2,5 miliar sebelum meroasting Anies Baswedan.

Namun karena sebuah keharusan, Kiky mau tak mau harus mengenyampingkan kesedihannya.

"Pada saat roasting Anies Baswedan di 'Lapor Pak', di momen itu, Kiky lagi kehilangan uang Rp 2,5 M akibat trading. Kan syutingnya siang ke sore, di malem itu, Kiky tau duit Kiky lost Rp 2,5 M," cerita Kiky Saputri.

Baca Juga: CEK FAKTA: Najwa Shihab Tampar Farhat Abbas Gegara Bunda Corla, Benarkah?

"Itu Kiky nangis terus nggak bisa tidur. Tapi harus masuk Ruang Interogasi dalam keadaan hafal materi, fokus, dan harus penonton ketawa," lanjut perempuan berusia 29 tahun tersebut.

Kiky Saputri mengenakan kebaya merah. [Instagram]
Kiky Saputri mengenakan kebaya merah. [Instagram]

Setelah meroasting Anies Baswedan yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Kiky Saputri kembali menangis.

"Nggak ada yang tau kan. Bentuk profesionalisme kali ya. Dan mungkin kecintaan Kiky sama dunia Standup ya itu," bebernya.

Profesionalitas Kiky Saputri lantas mendapat pujian dari Najwa Shihab. Banyak orang mengatakan apabila Kiky tampak menjadi pribadi yang berbeda saat menghibur penonton dengan roastingannya.

"Kata orang, Kiky kalo udah roasting, kayak orang kerasukan. Pembawaannya kayak gimana gitu. Orang enggak tau aku habis nangis. Penonton kan enggak mau tau," tandas Kiky Saputri.

Baca Juga: Jawab Desakkan Kubu Anies soal Dukungan Resmi, PKS: Ada Proses Internal

Kontributor : Neressa Prahastiwi