Unggah Potret Lawas, Hidung Mayang Adik Vanessa Angel Dikomentari: Bagus Dulu

Ferry Noviandi
Unggah Potret Lawas, Hidung Mayang Adik Vanessa Angel Dikomentari: Bagus Dulu
Mayang saat ditemui di Jakarta, Sabtu (3/12). [Suara.com/Oke Atmaja]

Mayang baru saja menjalani oplas hidung diduga karena paksaan Doddy Sudrajat. Benarkah?

Suara.com - Mayang Lucyana Fitri adik almarhumah Vanessa Angel kembali muncul dengan gebrakan baru. Setelah memangkas rambutnya saat merilis lagu bareng Nicky Tirta, Mayang kini juga mengoperasi hidungnya.

Baru-baru ini, hidung Mayang sebelum dioperasi plastik kembali diperbincangkan. Padahal Mayang membagikan potret lawas karena merindukan rambut panjangnya.

"Kangen rambut panjang :(," tulis Mayang adik mendiang Vanessa Angel melalui postingan di Instagram pada Sabtu (3/12/2022).

Melihat potret lawas Mayang, warganet berpendapat apabila bentuk hidungnya sudah bagus. Bahkan ada yang mengira apabila hidung dalam potret lawas Mayang adalah hasil operasinya.

Baca Juga: Penampilan Doddy Sudrajat di Turki Curi Perhatian, Disebut Mirip Naruto

"Wajah yang belum operasi juga sudah cantik banget kok mayang," komentar akun @rekta***. "Hidung dulu bagus aja," sahut akun @auly***.

"Bagus jadinya mayang real mancungnya semoga enggak ada efek samping kelak ya.." tulis akun @bunga*** yang mengira Mayang membagikan penampilan terbaru setelah operasi plastik alias oplas.

Mayang Fitri [Instagram]
Mayang Fitri [Instagram]

Larangan untuk kembali menjalani oplas pun ramai dituliskan. Sebelumnya Mayang diduga oplas karena paksaan dari Doddy Sudrajat sang ayah dilihat dari wajahnya yang tampak tertekan.

"Cantik Mayang, tapi jangan terlalu banyak oplas ya tapi enggak alami. Cukup hidung aja, bibir, dagu, alis, enggak usah. Sudah cantik," kata akun @watty***.

"Mending fokus untuk mengembangkan bakat skill yang kamu punya. Jadi enggak usah oplas lagi yah Mayang," kata akun @selvira*** menimpali.

Baca Juga: Mayang Dibelikan Sepatu Rp8 Juta oleh Doddy Sudrajat, Publik Kesal: Yang Beneran Kaya Ga Bakal Pamer

Kontributor : Neressa Prahastiwi