Suara.com - Teka-teki ekspresi riang gembira Sandra Dewi saat tiba di Kantor Kejagung pada Kamis (4/4/2024) sedang santer dibicarakan publik.
Pasalnya, Sandra Dewi menunjukan gestur dan ekspresi yang tak lazim selaku pihak keluarga tersangka kasus korupsi saat dipanggil pihak berwenang.
Selain itu, Sandra Dewi juga mengenakan busana yang normal alih-alih menutupi penampilannya layaknya pihak keluarga tersangka korupsi lain.
Pakar ekspresi Dody Triasmara akhirnya angkat bicara ihwal ekspresi dan gestur tak lazim Sandra Dewi.
Dalam sebuah sesi interview, Dody Triasmara menilai Sandra Dewi mencoba untuk bersikap rileks di tengah-tengah suasana tegang yang akan dia hadapi di gedung Kejagung.
BACA JUGA: Usai Diperiksa Kejagung, Sandra Dewi: Jangan Bikin Berita yang Gak Benar
"Kalau kita lihat di awal pergerakan dia jalan menuju ruangan, itu dia mencoba terlihat untuk rileks," ujar Dody Triasmara, ditilik pada Kamis (4/4/2024).
Dody Triasmara mengungkap, hal tersebut tertuang dari senyum Sandra Dewi yang terlihat tidak lepas layaknya orang berbahagia.
"Walaupun sebenarnya situasinya kalau dilihat dari senyumnya, itu cukup tense (tegang). Senyumnya juga bukan yang lepas, lebih flat," sambung Dody Triasmara.
BACA JUGA: Mirisnya Nasib Dua Putra Sandra Dewi, Dulu Pergi ke Mall Tiap Pagi Kini Terancam Hidup Miskin
Di samping itu, Dody Triasmara juga menilai istri Harvey Moeis tersebut bersikap profesional selaku publik figur dan artis.
"Karena dia tahu rekan-rekan wartawan, jadi dia mengapresiasi upaya teman-teman. Sebagai publik figur, dia terbiasa interaksi dengan teman-teman (wartawan)," ucap Dody Triasmara.
![Ekspresi Sandra Dewi saat akan diperiksa Kejagung, Kamis (4/4/2024). [Suara.com/M Yasir]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/04/38377-ekspresi-sandra-dewi-saat-akan-diperiksa-kejagung.jpg)
Selanjutnya, Dody Triasmara menanggapi gestur sarangheyo alias sign love yang acap kali ditunjukan Sandra Dewi ke arah awak media.
Menurut Dody Triasmara, Sandra Dewi menunjukan gestur tersebut sengaja untuk menyembunyikan rasa tegang.
"Bisa multi interpretatif karena mungkin untuk men-cover ketidaknyamanannya. Dia di posisi dalam tekanan, jadi dia mengeluarkan tekanan dengan melakukan hal yang lain supaya tidak terlihat tegang," kata Dody Triasmara.