Pakai Kata Kasar Saat Bahas Kiai Ageng Muhammad Besari, Gus Miftah Dikritik: Apa Pantas Beri Wejangan?

Minggu, 15 Desember 2024 | 12:40 WIB
Pakai Kata Kasar Saat Bahas Kiai Ageng Muhammad Besari, Gus Miftah Dikritik: Apa Pantas Beri Wejangan?
Gus Miftah, Kiai Ageng Muhammad Besari (Instagram/Istimewa)

Suara.com - Kekesalan  muncul dari dalam diri Gus Miftah. Terutama usai namanya ramai tak diakui sebagai keturunan dari Kiai Ageng Muhammad Besari.

Melalui salah satu acara pengajian, kekesalan tersebut bahkan disampaikan secara langsung. Pria bernama lengkap Miftah Maulana ini mengaku kesal dengan mereka yang menyebut diri sebagai keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari namun tak bermodal.

"Aku itu sebel orang pada ngaku-ngaku cucunya Mbah Muhammad Besari, tapi kalau ada acara, modal aja enggak mau," ujar Gus Miftah pada salah satu tayangan YouTube, dilansir pada Minggu (15/12/2024) oleh Suara.com.

Kemudian Gus Miftah menyatakan bahwa dirinya tak masalah jika tidak diakui sebagai cucu. Pasalnya, bantuan akan tetap diberikan olehnya tanpa adanya pengakuan.

"Saya enggak perlu diakui cucu enggak apa-apa, tapi kalau ada acara aku bantui," tegasnya.

Kekesalan Gus Miftah tersebut berujung pada sindiran menohok. Gus Miftah mendadak menyinggung soal makam dari mendiang Kiai Ageng Muhammad Besari.

Konon, banyak yang berebut untuk menjadi keturunan dari Kiai Ageng Muhammad Besari. Mirisnya, mereka justru mengabaikan makam dari sang ulama.

"Semuanya rebutan merasa cucunya mbah Muhammad Besari, tapi enggak mau merawat makamnya Mbah Muhammad Besari," sindir Gus Miftah.

Sindiran tersebut tidak berhenti di sana. Justru ditambah dengan kata kasar yang masih keluar dari mulut Gus Miftah.

Baca Juga: Profil dan Sepak Terjang KH Achmad Chalwani: Dakwah Keliling Dunia, Sindir Keras Gus Miftah Tak Bisa Baca Al Quran!

"Bikin proposal ke sana-sini tapi hasilnya nggak buat makam. Yang modelnya kayak gitu, j****k banget," sambung Gus Miftah.

Gus Miftah (Instagram)
Gus Miftah (Instagram)

Pernyataan dari Gus Miftah ini kemudian menjadi topik perbincangan di X. Kritikan pun dilayangkan untuk tutur bahasanya yang tidak mewakili seorang pendakwah.

"Ya kurangi dulu bahasa dan perilaku kasarmu di depan publik. Kepercayaan itu dibangun lewat pengalaman hidup, bukan dipaksakan lewat kata-kata," kata seorang warganet.

"Justru kalau bisa sebaliknya, kalau masih kelakuaan seperti j***k tidak usah memaksakan untuk mengaku sebagai keturunan kiai," saran warganet.

"Tuh kan, penceramah tapi yang keluar dari mulutnya semua umpatan, apa pantas memberikan wejangan?" sindir warganet.

"Waduh mulai lagi mulutnya," warganet lainnya menyambung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI