"Saya bilang, 'Tolong Tuhan, tunjukkan mana Tuhan yang benar,'" kenangnya.
Meski sempat mempertimbangkan keluarga, teman, dan pekerjaannya, Kamaya mantap melangkah. Ia memutuskan untuk dibaptis di Sungai Yordan, tempat Yesus dibaptis, sebagai simbol langkah besar dalam perjalanan spiritualnya.
Kamaya, yang dikenal sebagai finalis Indonesian Idol 2005, menempati posisi keenam di ajang tersebut, kini telah menemukan kedamaian dalam keyakinan barunya.
3. Nur Afni
Penyanyi senior Nur Afni Octavia diketahui berpindah agama beberapa kali. Ia pernah memeluk Kristen usai menikah dengan Henry Siahaan pada 1982, kemudian kembali ke Islam saat menikah dengan Muhammad Taufik. Namun, setelah melihat sosok Yesus saat ibadah umrah, ia kembali ke agama Kristen.
Nur Afni Octavia, lahir di Medan pada 27 Oktober 1958, tumbuh dalam keluarga Muslim. Namun, sejak remaja, ia mulai tertarik mempelajari agama Kristen.
Setelah membawa pulang Alkitab atas izin gurunya, ia merasa menemukan jawabannya dalam salat Tahajud. Ketika membuka Alkitab, ia menemukan Yohanes 1:1 yang mengungkapkan bahwa "Firman itu adalah Allah".
Keputusan untuk memeluk Kristen disampaikan kepada ibunya, yang awalnya merasa sedih dan mencari jawaban melalui ibadah umrah.
Setelah mendengar suara yang mengatakan "Anakmu bukan milikmu", ibunya merestui keputusan Nur Afni. Pada usia 23 tahun, Nur Afni dibaptis.
Meski sempat kembali memeluk Islam setelah menikah pada 2008, pengalaman spiritualnya saat beribadah di Kabah membuatnya kembali ke agama Kristen.
Saat membaca Al Fatihah, ia merasa kesejukan angin dingin dan melihat Yesus mengenakan jubah putih di atas Kabah. Sejak saat itu, Nur Afni memilih kembali menganut Kristen hingga kini.
4. Lukman Sardi
Keputusan aktor Lukman Sardi untuk berpindah agama ke Kristen pada tahun 2014 kembali menjadi perhatian publik. Yang paling menarik, keputusan besar ini justru terjadi setelah dirinya pulang dari menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah.
Dalam sebuah podcast bersama Daniel Mananta, Lukman mengungkapkan pengalaman tak terlupakan yang menjadi titik balik hidupnya. Saat melaksanakan tawaf, Lukman mengaku sempat merasa marah akibat suasana penuh sesak yang menyulitkan dirinya mencapai tujuan.
"Itu bukan perjalanan yang mudah untuk sampai di ujung (saat tawaf), karena banyak orang. Gue marah banget karena enggak sampai-sampai ke situ," ujar Lukman di kanal YouTube Daniel Mananta Network.
Namun, di tengah emosi yang meluap, sebuah kenangan tentang pesan mendalam dari kakeknya tiba-tiba muncul di benaknya.
Pesan yang ditulis oleh sang kakek tersebut berisi tentang pentingnya kasih dan cinta kepada sesama. "Gue diingetin tentang tulisan Opa gue tentang kasih. Tulisan itu tergambar jelas di depan gue saat itu," ungkap Lukman.
Tulisan tersebut rupanya dikhususkan untuk para cucu dan menekankan esensi hidup yang harus dijalani dengan penuh kasih.
"Tulisan itu isinya tentang bagaimana esensi hidup itu kamu harus mengasihi semua orang. Konsep itu yang akhirnya gue ingat dan jadi turning point dalam hidup gue," lanjutnya.
Pesan ini begitu membekas hingga membuat Lukman merenungkan perjalanan spiritualnya. Ia mulai memahami konsep kasih dalam hidup yang akhirnya membawanya pada keputusan besar untuk memeluk agama Kristen.
Hidup Baru dengan Keyakinan Kristen
Hingga kini, Lukman Sardi mengaku bahagia menjalani hidup dengan keyakinan barunya. "Sekarang sudah hampir 10 tahun gue menjalani hidup sebagai umat Kristen, dan gue merasa hidup jauh lebih baik dengan keyakinan ini," kata Lukman.