Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Habib Jafar: Boleh, Asalkan Jangan...

Yazir Farouk Suara.Com
Selasa, 31 Desember 2024 | 18:40 WIB
Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Habib Jafar: Boleh, Asalkan Jangan...
Habib Jafar [Instagram]

Suara.com - Habib Jafar menjelaskan hukum merayakan tahun baru masehi lewat unggahan Instagram. Tapi sebelum itu, dia lebih dulu mengajak umat Islam untuk berdoa atas masuknya Bulan Rajab 1446 Hijriah yang bertepatan jatuh pada 1 Januari 2025. 

“Sebagaimana saat memasuki Rajab kita diajarkan Nabi Muhammad untuk berdoa bagi keberkahan, maka doa itu juga untuk memasuki 2025 agar penuh keberkahan,” tulis Habib Jafar dikutip pada Selasa (31/12/2024)

Doa tersebut kata Habib Jafar dianjurkan dipanjatkan pada waktu Maghrib. Dia menyarankan agar berdoa untuk diri sendiri, keluarga, kerabat hingga negeri Indonesia. 

“Doa keberkahan Rajab, Sya’ban, dan mohon disampaikan ke Ramadan seperti diajarkan Nabi SAW kita panjatkan Maghrib ini, kita rangkai dengan doa untuk 2025 untuk diri, keluarga, bangsa, dan seluruh manusia (khususnya yang sedang tertindas),” lanjut Habib Jafar.

Baru setelahnya, Habib Jafar menerangkan bagaimana hukum memperingati atau merayakan pergantian tahun Masehi menurut para ulama.

“Setelah itu, mau bergembira memperingati pergantian tahun Masehi tak apa menurut para ulama, yang penting jangan dengan hal sia-sia atau apalagi maksiat,” ujar Habib Jafar.

Habib Jafar. (Instagram)
Habib Jafar. (Instagram)

Meskipun sah-sah saja memperingati pergantian tahun Masehi, namun tetap saja tidak boleh diiringi dengan maksiat. Umat Islam juga dianjurkan niat untuk resolusi di tahun berikutnya.

“Logis aja, ya kali awal tahun sudah sia-sia dan maksiat, gimana setahun ke depan?! Makanya kita harus punya resolusi. Ia disebut niat dalam Islam,” terang pendakwah asal Bondowoso, Jawa Timur.

Baca Juga: Gegara Nita Vior, Habib Jafar Salahkan Oknum Sekolah yang Mengajarkan Bohong demi Jawaban Benar

“Kata Nabi SAW, niat itu penting dan ibadah. Penting karena jadi komitmen untuk visi kita agar tak melenceng kemana-mana. Ibadah karena meski tak terlaksana telah berpahala seolah melaksanakannya,” katanya melanjutkan.

Menurut Habib Jafar, umat Islam juga perlu tahu tentang tahun Masehi. Sebab, tahun Hijriyah dan Masehi saling beriringan.

“FYI, Nabi SAW wafat di usia 63 tahun ‘kan kalian tahunya? Tahu nggak kalau itu berdasar Hijriyah? Kalau berdasar Masehi, Nabi SAW wafat di usia 61 tahun. Artinya, memang kita sebenarnya dididik untuk fokus ke Hijriyah. Tapi, tak boleh lupa juga dengan Masehi,” tandasnya.

Kontributor : Rizka Utami

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI