Tak Peduli Komentar Netizen, Bubu Arra Lebih Sedih Dinilai Tak Pantas Jadi Ibu untuk Anaknya

Selasa, 11 Maret 2025 | 19:40 WIB
Tak Peduli Komentar Netizen, Bubu Arra Lebih Sedih Dinilai Tak Pantas Jadi Ibu untuk Anaknya
Arra dan kedua orang tuanya. (Instagram/megavallentina)

"Dia lebih sedih untuk dirinya sendiri, bukan karena anaknya," kata @callme**.

"Oh gak mau disalahin? You are the parents, its your duty. Are we supposed to blame your child?" kata @leo**.

"Dia lebih sedih komen yg tertuju buat dia bukan komen yg ngejelekin anaknya(arra)," kata @laa***.

"Nangisnya karena komen yang kena dirinya aja. Kalau yang komen tentang anaknya mah cuman sedih doang sih," kata @relys**.

Sebagai informasi, Arra, seorang anak berusia lima tahun, telah menjadi sorotan di platform media sosial, terutama TikTok, karena kecerdasannya dan kemampuan berbicaranya yang melebihi usianya. Melalui akun TikTok @bababubuarra, yang kini memiliki lebih dari 1 juta pengikut, Arra sering berbagi konten bersama kedua orang tuanya, yang akrab disapa Baba dan Bubu. 

Salah satu daya tarik utama Arra adalah kemampuannya berbicara dengan lancar dan pemahamannya tentang konsep-konsep yang biasanya belum dipahami oleh anak seusianya. Hal ini tidak terlepas dari pola asuh yang diterapkan oleh orang tuanya, di mana Arra tidak diberikan gadget dan diajak berkomunikasi secara intensif. Bubu, ibunda Arra, menjelaskan bahwa mereka tidak menggunakan bahasa bayi saat berkomunikasi dengan Arra, sehingga ia dapat mencerna informasi di sekitarnya dengan baik. 

Popularitas Arra semakin meningkat setelah ia berkesempatan untuk berduet dengan penyanyi indie Bernadya, membawakan lagu "Masa Sepi". Momen ini berhasil menyentuh hati banyak netizen yang terharu melihat impian Arra terwujud. 

Selain itu, Arra juga tampil dalam berbagai program televisi dan podcast, di mana ia menunjukkan kemampuannya dalam berdiskusi tentang topik-topik yang kompleks, seperti inflasi. 

Namun, seiring dengan popularitasnya, perhatian juga tertuju pada sikap dan perilaku Arra saat tampil di media. Psikolog klinis Lita Gading memberikan perhatian khusus pada sikap Arra yang dinilai tidak sesuai dengan usianya yang masih lima tahun. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengajarkan sikap dan etika kepada anak, mengingat anak cenderung meniru apa yang dilihatnya dari lingkungan terdekat. 

Baca Juga: Belajar dari Kasus Nikita Mirzani, Saipul Jamil: Godaan Uang Membawa Maut

Secara keseluruhan, Arra adalah contoh nyata bagaimana pola asuh dan lingkungan dapat memengaruhi perkembangan anak. Dengan bimbingan yang tepat dari orang tuanya, Arra mampu menunjukkan potensi luar biasa yang menginspirasi banyak orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI