
Selain Bajaj Bajuri, Mat Solar juga pernah membintangi sinetron Senggal-Senggol (1996) di RCTI, Sorga Di Bawah Telapak Kaki Ibu (SCTV), Raja Sawer (ANTV), Luv (RCTI), dan terakhir Tukang Bubur Naik Haji (RCTI) yang juga meraih rating sangat tinggi.
Tak hanya itu, dia juga pernah berpartisipasi di Radio Suara Kejayaan (1986) dan menjadi manajer produksi di Bens Radio (1990). Nama Mat Solar kembali terangkat, seiring melejitnya serial Bajaj Bajuri.
Di tengah kondisi yang tengah berjuang untuk sembuh, Mat Solar malah harus berjuang untuk mendapatkan haknya dalam kasus sengketa tanah.
Kasus sengketa tanah Mat Solar yang digunakan pemerintah menjadi jalan tol, hingga kini belum selesai. Padahal masalah tersebut sudah berlangsung sejak 2019.
Anak Mat Solar, Haidar Rasyad mengatakan, sang kakak sebenarnya sudah mengurus masalah tersebut bertahun-tahun lalu.
"Tanah itu (milik) keluarga kita, luasnya 1.300 meter. Sampai sekarang, belum ganti rugi," kata Haidar Rasyad ditemui di kawasan Tangerang Selatan pada Kamis (10/10/2024).
"Dibilang tanah sengketa, padahal itu tanah keluarga kita. Itu sih di pengadilan," imbuhnya.
Berbekal pada keyakinan tersebut, Haidar Rasyad pun ikut meminta pemerintah membayar ganti rugi. Sebab uang tersebut bisa digunakan untuk biaya pengobatan Mat Solar.
"Makanya pemerintah, ayo dong bayar. Lumayan buat pengobatan ayah," katanya.
Angin segar kemudian hadir dari Rieke Diah Pitaloka, sahabat Mat Solar. Ia yang mengunjungi pemain Bajaj Bajuri tersebut, ikut menagih pembayaran tanah.
![Mat Solar ditemui di kediamannya, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (18/9/2018) [Suara.com/Ismail]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/09/18/98385-mat-solar.jpg)
Haidar Rasyad berharap masalah ini bisa cepat selesai dengan bantuan pemeran Oneng di sitkom Bajaj Bajuri tersebut.
Sebelumnya, Rieke Diah Pitaloka sempat membuat video menagih pembayaran tanah Mat Solar. Ia mengatakan, hal ini tak bisa dibiarkan karena hak sahabatnya.
"Tanahnya bang Juri udah dipakai buat jalan tol, tapi belum dibayar. Ehm, sungguh terlalu," kata Rieke Diah Pitaloka di Instagram, Sabtu (5/10/2024).
Mat Solar melalui anak-anaknya selama ini menagih pemerintah untuk mengganti rugi pembebasan tanah miliknya untuk pembangunan jalan tol Serpong-Cinere.
Sementara, kuasa hukum Idris, Endang Hadrian mengatakan, pemerintah setempat sebenarnya telah menggelontorkan uang ganti rugi senilai Rp3,3 miliar. Hanya saja, uang tersebut dititip ke pengadilan mengingat tanah tersebut masih dalam sengketa.
"Pemerintah menilai ini ada sengketa. Sehingga uangnya (pembebasan tanah) tersebut dikonsinyasikan ke pengadilan sini sebesar Rp 3,3 M," kata Endang Hadrian di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (24/12/2024).
Endang mengatakan, uang tersebut baru bisa dicairkan jika sudah ada putusan dari pengadilan mengenai siapa pemilik sah lahan yang dibebaskan.
"Jadi ada dua solusi, pertama melalui keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau kedua melalui perdamaian untuk memastikan siapa pemilik yang sebenarnya di atas tanah tersebut nanti dialah yang bisa mengambil uang konsinyasi tersebut," ujar dia.
Menurut Endang, Idris merupakan pemilik lahan seluas 1.300 meter persegi tersebut. Kemudian, Idris mengalihkan ke seseorang bernama Rusli.
![Mat Solar [Instagram @idhamaulia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/04/21/44322-mat-solar-bercanda-dengan-komeng.jpg)
"Tahun 1993, pak Idris sebagai tergugat telah mengalihkan tanah tersebut ke pak Rusli. Tapi tidak ada jual beli ke pak Rusli," kata Endang.
"Tanah tersebut kemudian baru dialihkan ke Pak Mat Solar, selanjutnya ada pembebasan jalan," uajrnya lagi.
dris juga mengantongi dokumen sah kepemilikan lahan tersebut. "Sampai saat ini giriknya masih atas nama Simanganing dengan ahli warisnya adalah Pak Idris. Sampai sekarang ini belum di balik nama karena memang belum ada AJB," ucap Endang.
Pihak Idris juga menunggu keputusan pengadilan terkait siapa yang berhak atas uang pembebasan tanah tersebut.
"Nah itulah sebabnya, untuk memastikan siapa yang berhak di atas tanah tersebut," katanya.