Kemiripan KDM dengan almarhum Mat Solar juga membuat netizen tak yakin dengan kemunculannya di sinetron "7 Manusia Harimau".
"Bukannya itu Mat Solar?" tanya akun @2ndx***. "KDM ini Mat Solar versi kurus," sahut akun @isutow***.

Kendati belum dapat dipastikan, netizen memuji Kang Dedi Mulyadi yang multitalenta.
"Ternyata KDM emang multitalent," komentar akun @dinda_4***.
"Hebat KDM... Multitalenta. Rupanya ikat di kepalanya sudah sejak dulu ya," balas akun @potty_flow***.
"Pantes gak takut dengan preman, ternyata dia orang sakti," timpal akun @alatie***.
Sayangnya komentar nyinyir masih saja banyak ditujukan kepada KDM, buntut kasusnya dengan Aura Cinta.
Fakta bahwa Aura Cinta pernah beberapa kali main sinetron membuat debat mereka dikira akting belaka.
"Pantes aktingnya bagus ya," sindir akun @shaka_la***. "Pantesan jagoan aktingnya," kata akun @faisal_bisr***.
Sinopsis 7 Manusia Harimau
Sinetron "7 Manusia Harimau" pernah sangat digandrungi hingga berhasil mencapai hampir 600 episode.
Selain Willy Dozan, "7 Manusia Harimau" juga dibintangi Samuel Zylgwyn, Ammar Zonni, Ochi Rosdiana, Syahnaz Sadiqah, Cut Meyriska, dan masih banyak lagi.
Kisah "7 Manusia Harimau" berfokus pada karakter seorang guru bernama Gumara Peto Alam yang diperankan Samuel Zylgwyn.
Gumara ditugaskan ke sebuah desa terpencil di Kecamatan Kayu Lima.
Setibanya di sana, Gumara merasakan atmosfer yang aneh sekaligus familier.
Atmosfer itu mengingatkan Gumara pada cerita masa kecil tentang kampung halaman ayahnya, Peto Alam.
Ketenangan mulai Gumara terusik oleh cerita tentang sebuah desa yang dihuni oleh manusia harimau penjaga kebun kopi.
Gumara, yang merupakan keturunan keempat manusia harimau, memilih tak mempercayai mitos.
Namun Gumara harus menerima fakta bahwa serangkaian kejadian ganjil terjadi sejak kedatangannya.
Suara dan penampakan harimau di sekitar rumah dinasnya memicu rasa penasaran yang membawa Gumara berjumpa dengan Humbalang yang juga keturunan manusia harimau.
Kehidupan Gumara semakin rumit dengan berbagai gangguan mistis, tuduhan pembunuhan, hingga menjadi pusat perhatian para tetua manusia harimau.
Mereka mencurigai Gumara sebagai manusia harimau ketujuh yang dinanti.
Di tengah intrik dan potensi bahaya, Gumara dihadapkan pula dengan dua gadis cantik nan sakti, Karina dan Pitaloka, yang merupakan murid di sekolahnya.
Awalnya hanya ingin mengajar dan menelusuri silsilah keluarga, Gumara justru terseret dalam kemelut.
Sayangnya sinetron "7 Manusia Harimau" tidak lagi tayang di televisi, maupun disiarkan ulang melalui OTT.
Kontributor : Neressa Prahastiwi