Sindiran Keras Darius Sinathrya Atas Rusaknya Alam Raja Ampat Imbas Tambang Nikel

Yohanes Endra, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 05 Juni 2025 | 18:17 WIB
Sindiran Keras Darius Sinathrya Atas Rusaknya Alam Raja Ampat Imbas Tambang Nikel
Sindiran Keras Darius Sinathrya Atas Rusaknya Alam Raja Ampat Imbas Tambang Nikel (Instagram darius_sinathrya)

Suara.com - Kondisi alam Raja Ampat sedang mendapat sorotan tajam di media sosial.

Salah satu destinasi wisata Tanah Air yang dikenal akan keindahan pemandangannya itu rusak, buntut praktek pertambangan nikel oleh perusahaan yang disebut-sebut berada di bawah naungan PT Antam.

Cerita kerusakan alam Raja Ampat pertama dibagikan oleh organisasi pemerhati lingkungan Greenpeace, lewat sebuah unggahan di akun Instagram mereka baru-baru ini.

"The Last Paradise. Satu per satu keindahan alam Indonesia dirusak dan dihancurkan, hanya demi kepentingan sesaat dan golongan oligarki serakah," keluh Greenpeace dalam keterangan unggahannya.

Sebelum masuk ke Raja Ampat, pertambangan nikel yang jadi bagian program hilirisasi disebut Greenpeace sudah meninggalkan kerusakan di berbagai tempat.

"Hilirisasi nikel, yang digadang-gadang sebagai jalan menuju energi bersih, telah meninggalkan jejak kehancuran di berbagai tempat, dari Sulawesi hingga Maluku," papar Greenpeace.

Darius Sinathrya (Instagram)
Sindiran Keras Darius Sinathrya Atas Rusaknya Alam Raja Ampat Imbas Tambang Nikel (Instagram)

Tuntutan Greenpeace jelas, dengan meminta pemerintah mengambil sikap untuk mencegah kerusakan alam lebih parah di Raja Ampat.

"Pemerintah harus bertanggung jawab atas kehancuran alam yang semakin hari semakin marak terjadi," tegas Greenpeace.

Kini, unggahan Greenpeace viral dan membuat banyak pihak ikut bersuara tentang kerusakan alam Raja Ampat imbas pertambangan nikel.

baca juga

Tak terkecuali dari kalangan artis, beberapa dari mereka mulai mengutarakan kekecewaaannya atas kegagalan pemerintah melindungi salah satu destinasi wisata mereka sendiri.

Darius Sinathrya jadi salah satu contoh artis yang mengkritik keras praktek pertambangan nikel yang berdampak kerusakan alam di Raja Ampat.

Kemarahan Darius Sinathrya tergambar jelas lewat sebuah tulisan di akun X pribadinya, Kamis, 5 Juni 2025.

"Dikeruk sampai habis, yang tersisa gunungan utang," cibir Darius, seraya membubuhkan emoji tersenyum tipis.

Kritik Darius Sinathrya pun memancing reaksi pengguna X lain untuk ikut menyuarakan keresahan mereka tentang kerusakan alam di Raja Ampat.

Ada akun yang membagikan potret terkini alam Raja Ampat yang mulai gundul karena pertambangan nikel, dan terlihat sangat kontras dengan birunya air laut di sekitar pulau.

"Buat yang mau tahu segundul apa jadinya. Otak mereka emang udah pada ketutup duit," keluh akun tersebut.

Salah satu akun juga mengeluhkan tentang empati pemerintah terhadap warga Raja Ampat yang lahannya terdampak pertambangan nikel.

"Proyek-proyek kayak gini tuh udah pasti yang makmur cuma mereka. Ngeruk sampai habis, sampai tanahnya mati. Pas udah habis, giliran masyarakat sekitar yang nanggung dosa sama bencananya," tutur si warganet.

Ada pula akun yang menyebut proyek pemerintah sama sekali tidak memberikan dampak nyata ke pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"SDA melimpah, tapi rakyatnya tetap miskin. Tidak menikmati hasil, hanya diwariskan utang," sahut yang lain.

Sebelum Darius Sinathrya, Denny Sumargo sudah lebih dulu mengutarakan keresahannya tentang kerusakan alam Raja Ampat.

Lewat sebuah unggahan di Instagram, Denny Sumargo menggambarkan bagaimana tanah Papua sudah kelewat dieksploitasi oleh para pengampu kepentingan, dan harus diselamatkan.

"Saya memohon dengan sangat kepada pak Prabowo, mewakilkan diri saya dan aspirasi masyarakat Papua. Tolong ditinjau kembali kebijakan untuk pengolahan nikel di Papua. Tolong sekali, pak. Buat saya, tanah Papua bukan ladang untuk eksploitasi, tapi tanah kehidupan," jelas lelaki yang biasa disapa Densu.

Bukan tanpa alasan, Denny Sumargo ikut bersuara karena merasa punya ikatan batin kuat dengan tanah Papua.

"Jiwa saya pernah tinggal di sana, makan di sana dan menangis di sana, Raja Ampat. Papua salah satu tempat saya dibentuk menjadi seperti sekarang," kisah Densu.

Pemerintah sendiri kabarnya sudah mulai bergerak untuk menghentikan praktek pertambangan nikel di Raja Ampat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Denny Sumargo ke Prabowo, Singgung Dampak Buruk Eksploitasi Nikel Raja Ampat

Permintaan Denny Sumargo ke Prabowo, Singgung Dampak Buruk Eksploitasi Nikel Raja Ampat

Entertainment | Kamis, 05 Juni 2025 | 17:58 WIB

Denny Sumargo Kecam Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat: Tanah Papua Bukan Ladang Eksploitasi

Denny Sumargo Kecam Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat: Tanah Papua Bukan Ladang Eksploitasi

Entertainment | Kamis, 05 Juni 2025 | 14:44 WIB

Menjaga Harmoni di Raja Ampat: Menpar Dorong Evaluasi Tambang demi Pariwisata Berkelanjutan

Menjaga Harmoni di Raja Ampat: Menpar Dorong Evaluasi Tambang demi Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 05 Juni 2025 | 12:54 WIB

Menanti Komitmen Pemerintah Usai Aksi Tolak Tambang Nikel di Raja Ampat

Menanti Komitmen Pemerintah Usai Aksi Tolak Tambang Nikel di Raja Ampat

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 16:15 WIB

Potret Raja Ampat, Mahakarya Alam yang Keindahannya Terancam Pembangunan Smelter Nikel

Potret Raja Ampat, Mahakarya Alam yang Keindahannya Terancam Pembangunan Smelter Nikel

Lifestyle | Rabu, 04 Juni 2025 | 15:14 WIB

Terkini

TNI Siaga di Jakarta Usai Penetapan Tersangka Eks Kapolri, Dua Kapal Dikerahkan

TNI Siaga di Jakarta Usai Penetapan Tersangka Eks Kapolri, Dua Kapal Dikerahkan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:20 WIB

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:17 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:15 WIB

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 12:12 WIB

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:10 WIB

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:09 WIB

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:06 WIB

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

×