Terjadi Lagi Aksi Pembubaran Ibadah, Gus Miftah: Dialog Jalan Keluar, Bukan Kekerasan

Ferry Noviandi | Suara.com

Rabu, 02 Juli 2025 | 17:48 WIB
Terjadi Lagi Aksi Pembubaran Ibadah, Gus Miftah: Dialog Jalan Keluar, Bukan Kekerasan
Miftah Maulana alias Gus Miftah mendorong adanya dialog antar tokoh lintas iman dengan pemerintah untuk mencegah aksi intoleransi antar umat beragama. (Instagram/@pengajiangusmiftah)

Suara.com - Gelombang intoleransi kembali menghantam fondasi kebangsaan. Sebuah video yang merekam sekelompok orang membubarkan paksa kegiatan ibadah jemaat Kristen di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, viral dan memantik amarah publik.

Insiden ini menambah panjang daftar luka dalam kerukunan umat beragama di Indonesia dan mengundang reaksi keras dari berbagai tokoh, salah satunya adalah pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang populer disapa Gus Miftah.

Gus Miftah menyoroti betapa berbahayanya tindakan main hakim sendiri, terutama jika menyangkut isu sensitif seperti keyakinan dan ibadah.

Baginya, tidak ada pembenaran apa pun untuk aksi semacam itu di negara hukum seperti Indonesia.

"Apapun dalihnya, aksi main hakim sendiri sama sekali tidak bisa dibenarkan. Ini bukan lagi soal suka atau tidak suka, tapi tentang kebebasan menjalankan keyakinan yang dilindungi oleh konstitusi kita, UUD 1945," kata Gus Miftah.

Lebih jauh, ia membantah narasi yang dibangun oleh sebagian pelaku persekusi bahwa bangunan tersebut adalah gereja ilegal.

Menurut Gus Miftah, alasan tersebut seringkali hanya menjadi tameng untuk memvalidasi tindakan anarkis.

"Klaim bahwa bangunan itu adalah gereja ilegal yang dijadikan pembenaran untuk merusak, itu jelas tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ujarnya, menyiratkan adanya misinformasi yang sengaja diembuskan.

Data dari Setara Institute pun seolah mengamini kekhawatiran ini. Laporan mereka menunjukkan tren peningkatan kasus intoleransi yang menargetkan kelompok minoritas agama dalam beberapa tahun terakhir.

Ini adalah alarm keras bahwa toleransi masih menjadi pekerjaan rumah yang belum usai bagi bangsa ini.

Regulasi vs. Hak Beribadah: Mencari Titik Tengah

Gus Miftah menekankan adanya tarik-menarik antara hak beribadah yang fundamental dengan regulasi pendirian rumah ibadah yang seringkali menjadi ganjalan.

Di satu sisi, Pasal 29 UUD 1945 secara eksplisit menjamin kebebasan setiap warga negara untuk memeluk agama dan beribadah menurut kepercayaannya.

Namun di sisi lain, implementasinya di lapangan kerap terbentur oleh miskomunikasi dan ketidaktahuan masyarakat mengenai prosedur perizinan.

"Masyarakat kita terkadang gampang sekali salah paham. Begitu melihat ada kegiatan ibadah di lokasi tertentu, langsung muncul asumsi liar kalau tempat itu ilegal dan tidak berizin," ujar.

Kondisi ini, menurutnya, menuntut adanya peran aktif dari pemerintah dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi.

Proses birokrasi yang rumit dan berpotensi diskriminatif harus dipangkas. Ia mendorong adanya sebuah sistem perizinan yang lebih adil dan transparan bagi semua agama.

"Sudah saatnya proses perizinan tempat ibadah dibuat transparan, tanpa diskriminasi. Harus ada mekanisme pengajuan keberatan yang jelas dan benar-benar efektif, bukan sekadar formalitas," imbuh Gus Miftah.

Dialog Adalah Jalan Keluar, Bukan Kekerasan

Di tengah panasnya situasi, Gus Miftah menawarkan solusi yang menyejukkan: dialog. Baginya, kekerasan dan intimidasi hanya akan melahirkan lingkaran setan kebencian yang tidak berujung.

Penyelesaian konflik horizontal semacam ini harus melibatkan kepala dingin dan hati yang terbuka.

"Solusi untuk luka seperti ini bukanlah kekerasan atau intimidasi. Jalan keluarnya adalah duduk bersama, berdialog, dan bekerja sama dengan semua pihak yang ada," tuturnya.

Dia menyerukan agar pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama lintas iman, dan masyarakat dapat bersinergi untuk merumuskan solusi yang adil dan berkelanjutan.

Dialog adalah ruang aman bagi setiap pihak untuk menyuarakan kekhawatiran dan kebutuhannya, sehingga tidak ada lagi asumsi yang berkembang liar tanpa klarifikasi.

"Dengan dialog, kolaborasi, dan rasa keadilan, kita tidak hanya akan memecahkan masalah di depan mata, tetapi juga merajut kembali kohesi sosial dan harmoni yang sempat terkoyak," ucapnya penuh harap.

Untuk memperkuat argumennya, Gus Miftah mengutip pemikiran Milad Hanna, seorang penulis Kristen Koptik dari Mesir.

Dalam bukunya Qabulul Akhar (Menerima yang Lain), Hanna menggagas pentingnya membentuk "sentimen kolektif-sosial".

Sentimen ini mendorong masyarakat untuk keluar dari sekat-sekat identitas kelompok yang sempit dan merangkul persaudaraan yang lebih luas yaitu persaudaraan kemanusiaan.

Gus Miftah percaya bahwa pendidikan dan pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi untuk menumbuhkan empati dan kesadaran akan pentingnya toleransi.

Melalui pemahaman bersama, insiden menyakitkan seperti di Sukabumi diharapkan tidak akan pernah terulang lagi.

"Ayo, mari kita bahu-membahu membangun masyarakat yang lebih toleran, damai, dan inklusif untuk kita semua, tanpa terkecuali," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Letkol Teddy Indra Wijaya Kunjungi Gus Miftah Jam 1 Dini Hari, Ada Urusan Apa?

Letkol Teddy Indra Wijaya Kunjungi Gus Miftah Jam 1 Dini Hari, Ada Urusan Apa?

Entertainment | Minggu, 18 Mei 2025 | 09:26 WIB

Detik-detik Gus Miftah Bongkar Motor Trail Dibantu Polisi, Publik Singgung Kesenjangan Sosial

Detik-detik Gus Miftah Bongkar Motor Trail Dibantu Polisi, Publik Singgung Kesenjangan Sosial

Entertainment | Senin, 05 Mei 2025 | 20:29 WIB

Gus Miftah Viral Lagi, Qubil AJ Singgung Soal Akhlak Pendakwah

Gus Miftah Viral Lagi, Qubil AJ Singgung Soal Akhlak Pendakwah

Entertainment | Senin, 05 Mei 2025 | 16:42 WIB

Penjelasan Gus Miftah Soal Dakwah di Candi Prambanan yang Tuai Pro Kontra

Penjelasan Gus Miftah Soal Dakwah di Candi Prambanan yang Tuai Pro Kontra

Entertainment | Senin, 05 Mei 2025 | 11:30 WIB

Diundang Isi Ceramah ke Candi Prambanan, Pengajian Gus Miftah Tuai Pro Kontra

Diundang Isi Ceramah ke Candi Prambanan, Pengajian Gus Miftah Tuai Pro Kontra

Entertainment | Jum'at, 02 Mei 2025 | 09:26 WIB

Dari Aura Kasih Untuk Dedi Mulyadi: Wilujeung Tepang Taun Kang

Dari Aura Kasih Untuk Dedi Mulyadi: Wilujeung Tepang Taun Kang

Entertainment | Selasa, 15 April 2025 | 15:36 WIB

Terkini

Sinopsis Thrash, Phoebe Dynevor Hadapi Ancaman Hiu di Tengah Badai Dahsyat

Sinopsis Thrash, Phoebe Dynevor Hadapi Ancaman Hiu di Tengah Badai Dahsyat

Entertainment | Sabtu, 04 April 2026 | 12:16 WIB

Erika Carlina Ikutan Geram Okin Jual Rumah Anak Rachel Vennya: Keterlaluan!

Erika Carlina Ikutan Geram Okin Jual Rumah Anak Rachel Vennya: Keterlaluan!

Entertainment | Sabtu, 04 April 2026 | 08:53 WIB

Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina

Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina

Entertainment | Jum'at, 03 April 2026 | 21:40 WIB

Fall 2 Tayang Agustus 2026, Hadirkan Sensasi Ketegangan Seperti Film Pertama

Fall 2 Tayang Agustus 2026, Hadirkan Sensasi Ketegangan Seperti Film Pertama

Entertainment | Jum'at, 03 April 2026 | 21:20 WIB

Comeback Lewat Film Desember Jani, Sigi Wimala Juga Siap Rilis Novel

Comeback Lewat Film Desember Jani, Sigi Wimala Juga Siap Rilis Novel

Entertainment | Jum'at, 03 April 2026 | 21:00 WIB

Iqbaal Ramadhan Kembali Jadi Produser Eksekutif, Fokus Bikin Film Bagus Ketimbang Kejar Cuan

Iqbaal Ramadhan Kembali Jadi Produser Eksekutif, Fokus Bikin Film Bagus Ketimbang Kejar Cuan

Entertainment | Jum'at, 03 April 2026 | 20:40 WIB

Sempat Ngibrit, Reza Arap Bilang Begini soal Dijodohkan dengan Fuji

Sempat Ngibrit, Reza Arap Bilang Begini soal Dijodohkan dengan Fuji

Entertainment | Jum'at, 03 April 2026 | 20:20 WIB

Menari dengan Bayangan Album Hindia Diangkat ke Film, Baskara Putra Jadi Produser Eksekutif

Menari dengan Bayangan Album Hindia Diangkat ke Film, Baskara Putra Jadi Produser Eksekutif

Entertainment | Jum'at, 03 April 2026 | 20:00 WIB

Mengenal Makna Filosofis Tedak Sinten Andrew, Anak Erika Carlina Pilih 2 Benda Ini

Mengenal Makna Filosofis Tedak Sinten Andrew, Anak Erika Carlina Pilih 2 Benda Ini

Entertainment | Jum'at, 03 April 2026 | 19:40 WIB

The Book of Eli: Misi Suci di Ujung Kiamat, Malam Ini di Trans TV

The Book of Eli: Misi Suci di Ujung Kiamat, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Jum'at, 03 April 2026 | 19:20 WIB