Tretan Muslim Sentil Stafsus Menteri HAM yang Jadi Penjamin Tersangka Perusakan Rumah di Sukabumi

Yohanes Endra

Jum'at, 04 Juli 2025 | 20:46 WIB
Tretan Muslim Sentil Stafsus Menteri HAM yang Jadi Penjamin Tersangka Perusakan Rumah di Sukabumi
Tretan Muslim komentari Stafsus Menteri HAM Jadi Penjamin Tersangka Cidahu Sukabumi. (Instagram)

Suara.com - Komika Tretan Muslim menyoroti kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Cidahu, Sukabumi.

Terbaru dia mengomentari sikap yang diambil Staf Khusus (Stafsus) Menteri HAM Thomas Harming Suwarta.

Stafsus Menteri HAM ini menjadi penjamin penangguhan penahanan 7 tersangka kasus pembubaran paksa retret pelajar Kristen dan perusakan rumah singgah yang dijadikan tempat retret.

Alasan penangguhan penahanan pada pra tersangka ini untuk kemudian dilakukan upaya penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional dan berkeadilan.

Melihat sikap pihak Kementerian HAM seperti itu, Tretan Muslim menjadi bingung.

Ini karena kasus pembubaran dan perusakan rumah yang dijadikan untuk retret pelajar Kristen dinilai melanggar HAM.

Namun Kementerian HAM lewat Stafsusnya justru menjadi penjamin penangguhan penahanan tersangka.

Tretan sampai meminta penjelasan kepada siapa saja yang paham hukum untuk memberikan pandangan terhadap hal tersebut.

"Buat temen-temen yang kuliah jurusan hukum tolong bantu jelasin dong emang bisa pelanggaran HAM dijamin kementerian HAM?" tulisnya sambil mengunggah ulang video pernyataan Stafsus Thomas Harming.

baca juga

Komika 34 tahun itu kemudian menuliskan jika dirinya bertanya itu dengan menyindir.

"Bertanya dengan nada lembut selembut hati orang-orang Sukabumi yang ternyata salah paham dan selembut hati stafsus bapak Thomas Harming yang jadi penjamin," pungkasnya.

Tretan Muslim komentari Stafsus Menteri HAM Jadi Penjamin Tersangka Cidahu Sukabumi. (Instagram)
Tretan Muslim komentari Stafsus Menteri HAM Jadi Penjamin Tersangka Cidahu Sukabumi. (Instagram)

Beberapa netizen juga bereaksi hal sama dengan Tretan Muslim yang cukup heran dengan sikap sang stafsus.

"Kementerian terlucu jatuh kepada Kementerian HAM," komentar netizen.

"Tiap tahun ada aja terobosan komedinya," komentar netizen lain.

"Ganti aja pancasila ke 5. Keadilan bagi seluruh rakyat Mayoritas," timpal lainnya kesal.

Ada juga yang menyoroti beberapa orang dalam video itu yang bertepuk tangan saat sang stafsus menyatakan ingin menjadi penjamin penangguhan penahanan tersangka.

"Ada tepuk tangan? Kocak," komentar netizen.

"Mereka bertepuk tangan karena berhasil menyelamatkan mayoritas," celetul lainnya menimpali.

Kementerian HAM bukan kali ini saja menjadi guningan publik karena sikap dan pernyataannya.

Sebelumnya, Menteri HAM Natalius Pigai menuai pro kontra dengan program-program kerjanya.

Misalnya saat dirinya minta anggaran untuk Kementerian HAM dinaikkan dari Rp60 miliar menjadi Rp20 triliun. Kemudian ingin menambah 2.544 pegawai.

Menteri HAM dianggap kerap blunder dalam memberikan pernyataan di depan publik.

Dia sempat dituding rasis dengan Suku Minang karena pernyataannya di sosial media.

Dia menyebut orang Minang adalah sosok anti Pancasila.

Makanya netizen menganggap apa yang dilakukan Stafsusnya jadi sama kocaknya.

"Mentri HAM aja lucu kok, apalagi kementriannya lebih lucu lagi," celetuk netizen.

Gaya Tretan Muslim Pakai Sarung. (Instagram/@tretanmuslim)
Tretan Muslim Sentil Stafsus Menteri HAM yang Jadi Penjamin Tersangka Cidahu Sukabumi. (Instagram/@tretanmuslim)

Dalam postingan lainnya, Tretan Muslim sempat mengunggah video perusakan tempat retret pelajar Kristen dengan tanda salib yang dirusak oleh tersangka.

Tretan pun memberikan saran pada umat Kristen untuk lain kali melakukan acara keagamaan di negara lain.

"Saran kepada jamaah pendeta @yerry_pattinasarany klo retret di Sentinel Island aja," tulisnya.

Netizen lain terlihat setuju dengan Tretan karena kebanyakan orang Indonesia belum cukup toleran soal perbedaan agama.

"Harusnya nyanyi-nyanyi lagu rohaninya pakai bahasa Arab pasti aman," celetuk netizen.

"Itu makanya sekarang harus bisa bedain mabok agama sama orang yang benar-bener taat ibadah," komentar yang lain.

Ada juga netizen yang mengaku dari kampung tersebut yang memang masyarakatnya belum toleran.

"Itu di kampung saya Cak mama Saya Asli dri Girijaya Cidahu cuma udah masuk Kristen.. Memang tidak boleh ada kegiatan-kegiatan rohani orang Kristen adapun gereja ada d Kec Cicurug. Mama saya tiap mau pulang ke kampung sendiri harus pake kerudung..daerahnya dingin banget adem pisan karna di bawah kaki gunung Salak tapi kalo ada orang Kristen jadi panas," komentar netizen itu.

Kontributor : Tinwarotul Fatonah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngotot Revisi UU HAM, Pigai Kena Skak: Urus Dulu Penulisan Sejarah yang Mau Hapus Pelanggaran HAM

Ngotot Revisi UU HAM, Pigai Kena Skak: Urus Dulu Penulisan Sejarah yang Mau Hapus Pelanggaran HAM

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 13:14 WIB

Suara Live! Ojek Online dan Olahraga Kekinian Kena Getahnya! Kebijakan Pajak Baru Bikin Geger

Suara Live! Ojek Online dan Olahraga Kekinian Kena Getahnya! Kebijakan Pajak Baru Bikin Geger

Video | Kamis, 03 Juli 2025 | 16:07 WIB

CEK FAKTA: Pengadilan Internasional Keluarkan Surat Penangkapan Jokowi?

CEK FAKTA: Pengadilan Internasional Keluarkan Surat Penangkapan Jokowi?

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 16:41 WIB

Mesin Tukar Sampah Jadi Uang Mulai Diuji di SMAN 2 Sukabumi: Bagaimana Cara Kerjanya?

Mesin Tukar Sampah Jadi Uang Mulai Diuji di SMAN 2 Sukabumi: Bagaimana Cara Kerjanya?

Lifestyle | Selasa, 01 Juli 2025 | 11:14 WIB

Mediasi Buntu, Kenapa Amuk Massa di Sukabumi Tak Terbendung? Ini Kronologi Lengkapnya

Mediasi Buntu, Kenapa Amuk Massa di Sukabumi Tak Terbendung? Ini Kronologi Lengkapnya

News | Senin, 30 Juni 2025 | 18:21 WIB

Terkini

Kematian Dokter PPDS di Siak Masih Misteri, 4 Orang Diperiksa

Kematian Dokter PPDS di Siak Masih Misteri, 4 Orang Diperiksa

Riau | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:52 WIB

Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi

Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:34 WIB

Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu

Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:30 WIB

KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

Riau | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:27 WIB

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:14 WIB

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:03 WIB

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

×