Suara.com - Proses syuting film horor sering kali diwarnai cerita-cerita tak terduga dari para pemainnya.
Pengalaman serupa pun dibagikan oleh aktris Aghniny Haque saat terlibat dalam produksi film terbarunya, Selepas Tahlil.
Bukan adegan akting, Aghni justru mengalami ketegangan nyata saat dirinya terkunci seorang diri di dalam kamar mandi lokasi syuting.
Menurutnya, kejadian itu terjadi saat tim produksi sedang jeda untuk mempersiapkan adegan berikutnya.
"Nggak (pas syuting), itu lagi rest. Mau ngeset untuk next shot," ungkap Aghniny Haque membuka ceritanya usai press screening film Selepas Tahlil di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, pada Minggu, 6 Juli 2025.
![Aghniny Haque dalam kegiatan press screening dan gala premiere film Selepas Tahlil di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Minggu, 6 Juli 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/07/46995-aghniny-haque.jpg)
Awalnya, Aghni hanya ingin menggunakan kamar mandi untuk keperluan pribadi.
Namun, situasi berubah menjadi horor ketika ia menyadari pintu kamar mandi tidak bisa dibuka dari dalam.
Pemeran tokoh bernama Saras itu pun terkurung di dalamnya sekitar pukul 2 dini hari.
"Aku tadinya pengin release, tapi sial. Kekunci di situ jam 2 malem," lanjutnya.
Kecurigaan Aghni bahwa insiden itu bukan sekadar keteledoran atau sial semata langsung muncul.
![Aghniny Haque dalam kegiatan press screening dan gala premiere film Selepas Tahlil di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Minggu, 6 Juli 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/07/61011-aghniny-haque.jpg)
Mereka sudah diingatkan penjaga lokasi syuting yang menyebut bahwa kamar mandi tersebut memang memiliki 'penunggu'.
Bahkan, upaya 'pembersihan' secara spiritual sempat dilakukan sebelum Aghni masuk.
"Entah sial atau emang digangguin. Emang sama penjaganya di situ udah diingetin, kalau di situ (kamar mandi) emang ada (penunggu tak kasat mata)," jelasnya.
"Jadi, sebelum aku masuk, juga udah ada orang yang bersih-bersihin dari hal-hal yang negatif. Mungkin karena lagi capek juga ya," tambah Aghni, masih tetap mencoba mencari penjelasan logis.
Selama 40 menit terkurung tanpa membawa ponsel, kepanikan mulai menyelimuti Aghni.
Untuk mengalihkan rasa takutnya, ia melakukan hal-hal acak meski mulai tak kuasa menahan tangis.
"40 menit aku kekunci, dan nggak bawa HP. Jadi ya udah, di situ aku baca-bacain ingredients sampo dan lain-lain buat nunggu. Tapi sambil nangis," tuturnya.
Meski begitu, sebagai seorang aktris profesional, Aghni mencoba mengambil sisi positif dari kejadian menegangkan tersebut.
Ia memanfaatkan rasa takut dan cemas yang dialami secara nyata untuk mendalami perannya dalam film.
"Ya aku embrace, karena itu menambah ketegangan. Harus tetep profesional juga kan," kata Aghni.
Keanehan tak berhenti sampai di situ. Setelah kru berhasil menjebol kunci dari luar untuk menolong sang aktris, pintu kamar mandi tersebut ternyata masih sulit dibuka.
Perlu tenaga ekstra untuk mendobraknya, hingga Aghni akhirnya bisa keluar dari kamar mandi.
Hal ini semakin meyakinkan mereka yang ikut jadi saksi mata, bahwa benar ada 'sesuatu' yang ingin mengurung artis mereka di dalam sana.
"Kuncinya itu udah dijebol, tapi kayak masih ada yang nyangkut. Jadi harus didobrak," pungkasnya.