Tony Iommi adalah pusat dari segalanya. Berdiri tegap di sisi panggung, setiap riff yang keluar dari gitarnya terasa berat, tebal, dan memiliki gravitasi sendiri.
Dia tidak banyak bergerak, namun kehadirannya terasa mengintimidasi dan agung. Setiap not yang ia mainkan adalah sebuah pelajaran sejarah tentang bagaimana heavy metal diciptakan.
Geezer Butler, di sisi lain, bergerak lincah, jemarinya menari di atas senar bass, menciptakan fondasi ritmis yang kompleks dan menjadi detak jantung dari setiap lagu.
Momen paling emosional terjadi saat band memainkan "Changes" dengan Ozzy duduk di depan piano, sesuatu yang jarang terjadi dan membuat banyak penonton menitikkan air mata, sebelum akhirnya kembali menghentak dengan "Symptom of the Universe".
Konser ditutup dengan lagu "Black Sabbath". Suara lonceng gereja, petir, dan riff tiga nada yang menakutkan itu menyelimuti Birmingham, membawa semua orang kembali ke tahun 1970, saat semuanya dimulai.
Saat lagu berakhir, keempat anggota asli berdiri di tengah panggung, berpelukan, dan membungkuk kepada lautan manusia di hadapan mereka.
Tidak ada pidato panjang, hanya raut wajah penuh haru dan kebanggaan. Gitar Tony Iommi yang disandarkan ke amplifier masih mengeluarkan feedback, menjadi satu-satunya suara yang tersisa, sebuah gema dari malam paling bersejarah bagi musik metal.