Para pedagang kaki lima yang sebelumnya berjuang, kini menemukan pasar yang pasti. Dari penjual makanan ringan, minuman kekinian, hingga kerajinan tangan, semuanya laris manis diserbu pengunjung.
"Tujuan utama kami bukanlah mengatasi macet, karena Indramayu punya ritme yang berbeda," ucap ayah satu anak ini.
"Fokusnya adalah menciptakan sirkulasi ekonomi yang masif. Ini tentang memberikan peluang, tentang melihat pedagang kecil kami pulang dengan senyum karena dagangannya ludes. Antusiasme ini bahkan sukses menarik pengunjung dari luar kota yang penasaran," tutur Lucky.
Fenomena CFN dan CFD menjadi bukti nyata bagaimana sebuah kebijakan yang lahir dari pemahaman mendalam akan kebutuhan warganya mampu memberikan hasil yang luar biasa.
Lucky Hakim, yang meraih kemenangan telak dengan perolehan suara 67,8% dalam Pilkada 2024 melawan petahana Nina Agustina, seolah menjawab kepercayaan tersebut dengan aksi konkret.
"Di sinilah wajah Indramayu yang sesungguhnya," tutur Lucky.
"Dari kakek-nenek hingga anak-anak, semua berbaur dalam kerukunan. Ada yang latihan karate di tengah jalan, ada komunitas skateboard, marching band, semua menyatu. Ini adalah kemenangan untuk kebersamaan dan semangat baru Indramayu."