Banyak warganet membandingkan kualitas grafis film ini dengan film Jumbo. Sebagian besar menilai animasinya terkesan terburu-buru dan belum layak tayang di layar lebar, terlebih menjelang momentum besar seperti HUT RI.
3. Dibandingkan dengan Film Jumbo
Film Jumbo, yang juga buatan anak bangsa, menjadi tolok ukur kualitas animasi lokal. Keberhasilan Jumbo yang sampai dilirik di kancah internasional membuat publik memiliki ekspektasi tinggi terhadap animasi Indonesia lainnya.
4. Plot Cerita Dinilai Terlalu Terbuka di Trailer
Beberapa penonton menilai bahwa trailer film ini justru membocorkan seluruh inti cerita, membuat pengalaman menonton di bioskop menjadi kurang menarik dan minim kejutan emosional.
5. Kritik Tak Menyurutkan Harapan Publik terhadap Animator Lokal
Di balik banyaknya kritik, tetap ada apresiasi dan harapan agar animator Indonesia terus berkembang. Warganet berharap film animasi lokal bisa bersaing dan mencuri perhatian tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di level internasional.