Banyak yang menyoroti kualitas animasi Merah Putih: One For All yang dianggap belum maksimal dan alur cerita yang dinilai terlalu terburu-buru.
Akun @farizgaga1 membandingkan film ini dengan film animasi Jumbo yang lebih dulu viral dan mendapat respons positif.
“Kartunnya creepy banget, jomplang banget sama Jumbo kemarin, padahal sama-sama buatan anak bangsa. Harusnya Jumbo dijadikan standar kualitas animasi Indonesia, ini malah terkesan downgrade,” tulisnya.
Komentar lain datang dari akun @muliaassegaf. “Dengan grafis sekelas keluarga Somat, ekspektasi pasti rendah. Tapi di sisi lain ini nunjukin sedikit perkembangan animasi Indonesia yang mulai dilirik masyarakat bahkan pemerintahan berkat Jumbo. Tapi kok bisa se buru-buru itu ya?”
Kritik tak berhenti di grafis. Alur cerita juga menjadi sorotan karena dinilai terlalu terbuka dan kurang menyentuh emosi penonton.