Pria 48 tahun ini bersekolah di SDN Kebon Bawang 05 Pagi. Setelah lulus menlanjutkan ke SMP Yappenda Jakarta Utara.
Baru kemudian sekolah menengah atasnya dia masuk SMA Negeri 114 Jakarta. Di SMA, dia mulai melatih dirinya menjadi seorang pemimpin dengan menjadi Ketua OSIS.
Sayangnya dia tak bisa langsung melanjutkan pendidikan tinggi seperti teman-temannya karena faktor ekonomi.
Dia pun baru bisa kuliah setelah bekerja dan punya penghasilan sendiri.
Gelar sarjananya dia raih di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pelita Bangsa dengan Jurusan Ekonomi pada 2009.
![Anggota DPR Komisi III dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni mengungkapkan kegeraman akan berlarutnya eksekusi terhadap Silfester Matutina yang saat ini belum dilaksanakan kejaksaan. [Suara.com/Bagaskara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/19/73493-ahmad-sahroni.jpg)
Setelah sukses, dia pun melanjutkan S2 meski beda juurusan yakni kali ini dia mengambil Jurusan Ilmu Komunikasi di Stikom InterStudi dan mendapatkan gelas Magister Ilmu Komunikadi pada 2020.
Empat tahun kemudian, dia menunjukkan kalau berhasil meraih gelar pendidikan setinggi-tingginya.
Pada 2024, dia menyandang gelar Doktor dalam bidang Ilmu Hukum dari Universitas Borobudur Jakarta.
Siapa Salsa Erwina?
Baca Juga: Ahmad Sahroni Sebut Rakyat 'Tolol', Juara Debat Ini 'Tampar' Balik: Ingat, Gaji Bapak dari Kami

Sementara itu, Salsa Erwina penantang Ahmad Sahroni adalah perempuan dengan segudang prestasi baik nasional maupun internasional.
Perempuan bernama lengkap Salsa Erwina Hutagalung merupakan diaspora yang kini tinggal di Aarhus, Denmark.
Dia dulu adalah mahasiswa berprestasi di UGM sebelum akhirnya kuliah di luar negeri.
Soal prestasi, dia adalah juara debat se-Asia Pasifik di Nanyang Technological University, Singapura.
Sebelumnya juga mengikuti ajang debat dunia di Berlin dan berhasil mencapai babak perempat final pada 2012.
Dia kini mengelola podcast "Jadi Dewasa 101" (JDW 101) yang menyajikan beragam topik relevan bagi generasi muda, mulai dari pengelolaan keuangan, pengembangan diri, hingga menghadapi tekanan sosial.