Terjun ke Demo Kwitang, Zaskia Adya Mecca Lihat Orang Berbaju Sipil Larang Kegiatan Dokumentasi

Minggu, 31 Agustus 2025 | 07:30 WIB
Terjun ke Demo Kwitang, Zaskia Adya Mecca Lihat Orang Berbaju Sipil Larang Kegiatan Dokumentasi
Zaskia Adya Mecca (Instagram/@zaskiadyamecca)
Baca 10 detik
  • Keputusan spontan Zaskia terlibat langsung dalam bantuan medis membawanya ke situasi kerusuhan di Kwitang, Jakarta.
  • Ia menyaksikan langsung banyak korban akibat gas air mata, peluru karet, dan benturan fisik di lokasi.
  • Zaskia menyoroti adanya intimidasi dari orang berpakaian sipil yang melarang pengambilan gambar, menggambarkan tekanan tinggi di lapangan.

Suara.com - Artis Zaskia Adya Mecca membagikan pengalaman mencekam saat dirinya terjun langsung ke titik kumpul massa di area sekitar Mako Brimob di kawasan Kwitang, Jakarta.

Momen tersebut dibagikan oleh istri sutradara Hanung Bramantyo itu melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Perempuan 37 tahun mengaku keputusannya untuk ikut tim relawan medis bersifat spontan setelah bertemu rekannya di bandara.

Ia pun menceritakan bagaimana suasana perjalanan menuju Kwitang terasa begitu mencekam, dengan banyaknya jalan yang ditutup dan sisa-sisa pembakaran di sepanjang jalan.

Setibanya di lokasi, Zaskia juga menyaksikan langsung suasana tegang dengan banyaknya korban yang didominasi akibat gas air mata.

“Banyak, banyak korban. Ada yang kena peluru karet, kena benturan, tapi didominasi terkena gas air mata,” ungkapnya.

Namun, hal yang paling membuat Zaskia terkejut adalah adanya larangan keras untuk mendokumentasikan situasi dari orang-orang tak dikenal berpakaian sipil.

“Anehnya, banyak orang yang seperti mengawasi dengan baju sipil. 'Jangan foto! Nggak boleh ada video! Hapus itu filenya! Pergi semua yang nontonin cuma buat rekam-rekam',” bebernya.

Dari situ, Zaskia jadi tahu bahwa perjuangan untuk mengabarkan situasi terkini dari titik-titik demonstrasi di Jakarta memang tidak mudah.

Baca Juga: Gerindra Minta Maaf ke Rakyat, Hentikan Tunjangan Dewan dan Larang Anggota ke Luar Negeri

Ia juga mengapresiasi penuh kehadiran relawan-relawan yang sigap memberi bantuan medis untuk mereka yang terluka dalam aksi.

Sampai akhirnya, Zaskia dan tim memutuskan untuk mundur setelah situasi di Kwitang dirasa semakin ricuh dan tidak terkendali.

“Tim medis diminta mundur, massa semakin ricuh. Cuma bisa berdoa semoga negeri tercinta ini segera pulih, menjadi tempat yang nyaman, aman dan semua bisa hidup dengan harmonis,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?