Menanggapi pengakuan Ahmad Sahroni soal mafia BBM, warganet heran lantaran ia tak ragu pamer meski pekerjaannya melanggar hukum.
"Itu namanya bisnis merugikan negara," komentar akun @dheziey_in***.
"Itu namanya jual BBM bersubsidi, kategori melanggar hukum," sahut akun @lamartinwi***.
Selain itu, pada Februari 2024, Ahmad Sahroni berbincang-bincang dengan Abdel Achrian membicarakan gajinya sebagai anggota DPR RI.
"Gue nggak pernah tau juga gaji gue berapa," ujar Ahmad Sahroni yang membuat Abdel Achrian tampak terkejut.
Ahmad Sahroni kemudian menjelaskan bahwa ketidaktahuannya setelah gaji DPR ditransfer, bukan lagi diberikan secara cash seperti sebelumnya.
"Transferan itu gue pakai rekening tabungannya dipegang bini. Jadi gue nggak tahu berapa jumlahnya," tandasnya.
Ahmad Sahroni yang tidak mengetahui nominal gajinya membuat warganet berasumsi banyak pemasukannya selain jadi anggota DPR RI.
"Saking banyak duit yang masuk, sampai bingung berapa nominal gaji yang masuk," kata akun @mellyr***.
"Secuil gajinya. Sampingannya yang gede," balas akun @hello_ka***.
Padahal sebagaimana diketahui, anggota DPR RI belakangan ini didemo lantaran tunjangannya terungkap Rp100 juta per bulan.
Sebagai informasi, Ahmad Sahroni menjadi anggota DPR RI sejak terpilih pada Pemilihan Legislatif 2014 dapil DKI Jakarta III.
Jabatan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI mulai diemban Ahmad Sahroni sejak 2019 hingga akhirnya dinonaktifkan.
Awalnya Ahmad Sahroni hanya digantikan Rusdi Masse dan pindah ke Komisi I DPR RI.
Karena kemarahan masyarakat yang tak kunjung berakhir hingga rumahnya dijarah, Ahmad Sahroni akhirnya dinonaktifkan sebagai anggota dewan bersama Nafa Urbach yang juga sama-sama dari Partai NasDem.
Ketika menjabat untuk yang ketiga kalinya sebagai anggota DPR RI, Ahmad Sahroni melaporkan kekayaan sebesar Rp328,9 miliar.
Kekayaan itu terdiri dari Tanah dan Bangunan di 19 lokasi yang berbeda senilai Rp139 miliar dan 28 kendaraan senilai Rp38 miliar.
Ferrari yang dibicarakan Ahmad Sahroni sebelumnya dibeli pada 2012 dengan nilai Rp2,5 miliar.
Kendaraan Ahmad Sahroni yang termahal adalah Mobil Porsche tahun 2016 senilai Rp6,6 miliar.
Selain tanah dan bangunan serta kendaraan, Ahmad Sahroni memilih harta bergerak lainnya Rp107 miliar, surat berharga Rp60 juta, kas dan setara kas Rp78 miliar, serta utang Rp34 miliar.
Kontributor : Neressa Prahastiwi