Timo Tjahjanto kembali membuktikan kepiawaiannya lewat salah satuu film aksi-thriller terbarunya, The Shadow Strays.
Dirilis di Netflix pada 17 Oktober 2024, film ini mengisahkan Codename 13, seorang pembunuh bayaran muda yang berusaha melepaskan diri dari dunia gelapnya.
Dengan gaya sinematografi khas Timo yang intens dan emosional, The Shadow Strays bukan hanya sukses di ranah global.
Kini The Shadow Strays menjadi salah satu film dengan nominasi terbanyak di Festival Film Indonesia (FFI) 2025, yakni 12 kategori sekaligus.
Yuk, simak ulasan fakta menarik The Shadow Strays yang akan membuatmu menyesal jika tidak menonton film ini.
1. Dominasi di Piala Citra 2025

The Shadow Strays berhasil menembus hampir semua kategori teknis dan artistik penting di FFI 2025.
Film The Shadows Strays dinominasikan untuk 12 nominasi dari beberapa kategori berikut ini:
Sutradara Terbaik (Timo Tjahjanto)
Pemeran Utama Perempuan Terbaik (Aurora Ribero)
Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik (Hana Malasan)
Penulis Skenario Asli Terbaik
Penata Musik, Suara, Busana, Rias, dan Efek Visual Terbaik
Pengarah Sinematografi, Artistik, serta Penyunting Gambar Terbaik.
Dominasi ini menegaskan posisi Timo sebagai salah satu sutradara Indonesia dengan konsistensi karya dan kualitas teknis yang nyaris tak tertandingi.
2. Alurnya Menyatukan Aksi dan Kemanusiaan

Di balik dentuman senjata dan koreografi laga yang mendebarkan, The Shadow Strays menyimpan lapisan emosional yang kuat.
Kisahnya tentang Codename 13, gadis berusia 17 tahun yang gagal menjalankan misi di Jepang lalu bertemu bocah yatim bernama Monji.
Pertemuan keduanya menjadi kisah perjalanan tentang kehilangan, penebusan, dan arti kemanusiaan.
Timo menyeimbangkan adegan aksi penuh adrenalin dengan drama yang menggugah empati, menjadikan film ini lebih dari sekadar tontonan laga.
3. Tembus Festival Internasional dan Netflix Global

Suara.com - Sebelum tayang di Netflix, The Shadow Strays terlebih dulu diputar di Toronto International Film Festival (TIFF) 2024.
Film ini tampil dalam program Midnight Madness yang merupakan tempat bergengsi bagi film aksi dan horor terbaik dunia.
Terbukti, tak lama setelah perilisan globalnya di Netflix, film ini langsung masuk daftar Top 10 Non-English Movies di 85 negara hanya dalam enam hari.
Pencapaian ini membuktikan besarnya animo penonton internasional terhadap film Indonesia.
4. Perpaduan Visual Keras dan Emosi Hangat

Sinematografi film ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik dari karya Timo.
Nuansa gelap, atmosfer urban Jakarta yang muram, serta detail koreografi pertarungan yang realistis berpadu dengan kehangatan hubungan antara 13 dan Monji.
5. Bukti Matangnya Sineas dan Industri Film Indonesia

Keberhasilan The Shadow Strays di FFI 2025 menunjukkan bahwa film aksi Indonesia telah memasuki fase baru.
Tak hanya mengandalkan kekerasan visual, tapi juga mampu menghadirkan kedalaman narasi dan kualitas teknis berstandar global.
Dengan 12 nominasi, Timo Tjahjanto dan timnya menandai tonggak penting bagi perfilman Indonesia di kancah internasional.
Hal ini karena dominasi The Shadow Strays di kelas mampu mengaburkan batas antara film nasional dan film dunia
Kontributor : Safitri Yulikhah