Suara.com - Pasangan artis Epy Kusnandar dan Karina Ranau akhirnya buka suara mengenai kejadian tidak menyenangkan yang menimpa warung makan mereka beberapa waktu lalu.
Keduanya menceritakan bagaimana warung makannya yang berlokasi di Jalan Haji Samali, Pancoran, Jakarta Selatan, saat itu didatangi seseorang yang diduga melakukan intimidasi.
“Kronololgisnya itu, malam Minggu yang kelam, jadi ada anak-anak yang gak jelas di situ, pada nongkrong, mata merah,” ungkap Epy dikutip dari kanal YouTube Trans TV yang diunggah pada Kamis (23/10/2025).
Saat itu Karina menduga para pelaku datang karena melihat warungnya ramai pengunjung hingga oknum tersebut ingin meminta jatah.
“Mungkin lihat warung kita rame, minta jatah,” kata Karina.
Karina Ranau turut menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi sekitar pukul setengah sepuluh malam saat mereka hampir menutup warung.
“Waktu itu sekitar jam setengah 10 malam ya, kita kan udah mau beres-beres, udah tinggal sisa-sisa sih, terus dia dateng, cuma aku memang enggak lihat langsung mukanya tuh kayak apa. Sampai sekarang tuh enggak tahu orangnya yang mana,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sosok tersebut sempat memesan makanan namun dengan cara yang tidak sopan dan terkesan mengintimidasi.
“Cuma denger suaranya aja, ‘ada ayam gak?’ habis bang ‘ya udah yang ada aja’,” kata Karina menirukan ucapan oknum tersebut.
Suasana semakin mencekam saat ada sekelompok anak muda yang diduga merupakan teman pelaku yang seolah ikut mengawasi.
Saat itu Karina semakin merasa tidak nyaman dengan kondisi di sekitarnya.
“Cuma pas abis pesen gitu, ada segerombolan anak-anak muda gitu di pojok warung, di tempat yang agak gelap, kayak mantau ngelihatin,” katanya.

Setelah makanan selesai dibuat, orang yang memesan tadi tak kunjung muncul. Karina yang sudah sangat lelah saat itu hanya bisa mengoceh.
“Habis itu saya ngoceh-ngoceh ini gimana sih kita mau tutup kok orangnya gak datang-datang, saya tanya juga mereka gak bisa jawab,” katanya.
Tak berapa lama kemudian, beberapa orang datang menghampiri warung Karina. Mereka ternyata merupakan teman pelaku. Karina pun sempat berdebat dengan orang-orang tersebut.
“Terus dari jauh ngintip-ngintip saya lihatin ‘mas kenapa? sini ngomong sama saya’ dia nyamperin. Pas nyamperin, saya juga takut langsung masuk ke dalam warung saya. Akhirnya saya berdebat lah sama temannya,” tutur Karina.
Meski begitu, Karina menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan teknik marketing untuk mempromosikan Warung Jukut Goreng Samali miliknya.
“Saya marah itu mereka bilang lumayan lah promo gratis, mereka tuh gak tahu ya perjuangan kita, mereka tahunya udah jadi, udah rame, ngapain kita mau pansos,” katanya.
Kontributor : Rizka Utami