-
Waralaba legendaris Super Sentai dikabarkan akan segera berakhir setelah lima dekade tayang.
-
Keputusan penghentian diambil karena masalah finansial yang membuat biaya produksi tak lagi tertutupi.
-
Serial No. 1 Sentai Gozyuger disebut akan menjadi babak terakhir dalam perjalanan panjang Super Sentai.
Suara.com - Sebuah era pahlawan super akan segera berakhir.
Setelah lima dekade mewarnai layar kaca dengan aksi heroik, kostum ikonik, dan robot raksasa, waralaba legendaris Super Sentai yang menginspirasi Power Ranger dilaporkan akan mengakhiri perjalanannya yang bersejarah.
Kabar mengejutkan ini datang tepat di tengah periode perayaan ulang tahun emas ke-50, meninggalkan para penggemar di seluruh dunia dalam balutan duka dan ketidakpercayaan.
Menurut laporan eksklusif dari kantor berita Kyodo News belum lama ini, keputusan berat ini diambil bukan karena kekurangan monster untuk dilawan, tetapi karena pertarungan yang lebih nyata finansial.
Keuntungan yang diperoleh dari penayangan acara, penjualan merchandise, dan sumber pendapatan lainnya dinilai tidak lagi mencukupi untuk menopang biaya produksi yang besar.
Di balik ledakan dramatis dan pose kemenangan, tersembunyi kenyataan pahit industri hiburan yang tak kenal ampun.
Serial yang sedang tayang, No. 1 Sentai Gozyuger, yang memulai debutnya pada Februari lalu, digadang-gadang akan menjadi babak terakhir dari saga panjang ini.
Setiap hari Minggu pagi, para pahlawan ini masih beraksi di TV Asahi, namun kini dengan bayang-bayang perpisahan yang tak terelakkan.
Hingga saat ini, belum ada tanggal akhir resmi yang diumumkan, menambah ketegangan di kalangan para penggemarnya.
Laporan Kyodo News bersumber dari wawancara dengan sejumlah individu yang terlibat langsung dalam produksi, meskipun identitas mereka masih dirahasiakan.
Sementara itu, pihak-pihak raksasa di baliknya TV Asahi, Toei Company, dan Bandai masih membungkam seribu bahasa.
Belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan, membuat kabar ini bergulir liar di ranah spekulasi.
Perjalanan Super Sentai dimulai pada tahun 1975 dengan Himitsu Sentai Gorenger, sebuah mahakarya dari mangaka legendaris Shotaro Ishinomori, yang juga menciptakan Kamen Rider.

Sejak itu, waralaba ini terus berjalan tanpa henti, dengan satu-satunya jeda pada tahun 1978.
Momen jeda itu justru melahirkan inovasi kolaborasi Toei dengan Marvel menciptakan Spider-Man versi Jepang, lengkap dengan robot raksasa Leopardon.
Kesuksesan inilah yang menginspirasi pengenalan konsep mecha atau robot raksasa ke dalam Super Sentai, dimulai dari Battle Fever J pada 1979, dan menjadi formula andalan hingga kini.
Warisan Super Sentai tidak hanya terbatas di Jepang. Pada tahun 1993, serial ini diadaptasi untuk penonton internasional dengan nama Power Rangers, menciptakan fenomena budaya pop global yang bertahan selama puluhan tahun.
Namun, beberapa tahun terakhir, hubungan simbiosis ini mulai merenggang, dengan Hasbro sebagai pemilik Power Rangers memperlambat produksi dan bahkan mulai menciptakan desain orisinal mereka sendiri.
Kabar mengenai akan berakhirnya serial ini memicu gelombang kejutan di kalangan penggemar.
Media sosial dibanjiri dengan ungkapan kesedihan, frustrasi, dan nostalgia. Sebagian berharap Toei akan melahirkan serial tokusatsu baru sebagai pengganti, sementara yang lain bertanya-tanya apakah ini benar-benar akhir, atau sekadar sebuah evolusi menuju nama dan konsep baru.
Namun untuk saat ini, para penggemar hanya bisa meratapi potensi berakhirnya sebuah sejarah.