Pembatalan acara tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai koordinasi internal antara penyelenggara lokal dan Miss Universe Organization.
Situasi semakin rumit ketika muncul tuduhan bahwa beberapa kontestan diminta membuat video promosi terkait kasino atau judi online.
Pihak MGI kemudian menolak semua tuduhan tersebut meskipun kontroversi sudah terlanjur menyebar luas di kalangan penggemar.
Isu ini memperlihatkan betapa ketatnya pengawasan sponsor dalam acara internasional yang melibatkan banyak pihak berkepentingan.
4. Aksi Miss Chile yang Dinilai Tidak Pantas

Miss Chile Inna Moll menuai kecaman setelah mengunggah video TikTok yang menampilkan gestur seolah-olah sedang memakai narkoba.
Video tersebut dianggap tidak sensitif karena berlangsung saat kontestan diwajibkan menjaga citra publik yang profesional.
Reaksi negatif mendominasi kolom komentar hingga memaksa Inna Moll menghapus video tersebut dari seluruh platformnya.
Dia kemudian mengeluarkan permintaan maaf resmi dan mengakui tindakannya tidak pantas dilakukan selama berkompetisi.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa kesalahan kecil dapat menjadi kontroversi besar ketika terjadi pada panggung internasional.
5. Keracunan Makanan Massal yang Mengganggu Karantina

Beberapa kontestan mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan bersama di salah satu hotel lokasi kegiatan.
Miss Indonesia Sanly Liu mengalami gejala ringan dan segera pulih setelah mendapatkan perawatan singkat serta istirahat tambahan.
Miss Hungaria Kincs Dezsenyi dilaporkan mengalami kondisi paling berat hingga harus dibawa ke rumah sakit setempat.
Miss Estonia Brigitta Schaback juga terdampak dan harus mengurangi kehadirannya dalam beberapa agenda kompetisi penting.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai standar higienis hotel yang menjadi tempat tinggal seluruh kontestan.
6. Mundurnya Sejumlah Kontestan dari Kompetisi

Beberapa kontestan secara resmi mengundurkan diri dari ajang Miss Universe 2025 karena alasan pribadi dan profesional yang berbeda-beda.
Miss Jerman Diana Fast memilih mundur untuk fokus pada keluarga yang sedang membutuhkan kehadirannya.
Miss Islandia Helena O'Connor mengambil keputusan serupa demi menjaga kesehatan mental yang menurutnya semakin tidak stabil.
Miss Persia Sahar Biniaz mundur sebagai bentuk solidaritas terhadap direktur nasionalnya yang sempat ditahan di Thailand.
Kontestan dari Kamerun, Niger, dan Makedonia Utara bahkan tidak hadir sejak awal karena alasan pribadi yang tidak dirinci.
Rangkaian kontroversi Miss Universe 2025 membuktikan bahwa kompetisi global selalu berada di persimpangan antara glamor, tekanan, dan dinamika politik.
Penonton kini menantikan apakah Miss Universe mampu memperbaiki citra penyelenggaraan pada edisi berikutnya dengan lebih transparan dan profesional.
Kontributor : Chusnul Chotimah