Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perbincangan hangat setelah sebuah insiden yang dipicu kedatangan debt collector ke rumah Sarwendah.
Kejadian itu tak hanya membuat publik bingung, tetapi turut memunculkan berbagai isu lanjutan.
Mulai dari klarifikasi soal cicilan kendaraan hingga kabar bahwa Ruben mengalami kesulitan untuk bertemu anak-anaknya.
Situasi yang awalnya dianggap sekadar kesalahan penagihan perlahan berkembang menjadi polemik panjang yang terus menyita perhatian warganet.
Nah, berikut rangkuman kronologi konflik Ruben Onsu & Sarwendah yang makin panas.
1. Debt Collector Datangi Rumah Sarwendah

Permasalahan bermula saat dua penagih utang tiba di rumah Sarwendah pada awal November 2025.
Mereka mencari Ruben terkait pembayaran cicilan mobil miliknya.
Momen itu membuat Sarwendah dan kuasa hukumnya terkejut, terlebih karena anak-anak sedang berada di dalam rumah ketika kejadian berlangsung.
Baca Juga: Rumah Sarwendah Disatroni Debt Collector, Tagih Cicilan Mobil Mewah Diduga Atas Nama Ruben Onsu
Pihak Sarwendah menekankan bahwa kendaraan yang ditagih itu dibeli setelah keduanya bercerai.
Karena itu, alamat Sarwendah dinilai tidak ada kaitannya dengan urusan tersebut.
Mereka juga menilai cara penagihan seperti itu mengganggu kenyamanan dan privasi keluarga.
2. Ancaman Langkah Hukum Jika Insiden Terulang

Merasa dirugikan, Sarwendah melalui kuasa hukumnya menyampaikan bahwa ia akan mengambil tindakan hukum bila penagihan serupa kembali terjadi.
Suara.com - Ia menilai cara para penagih utang tersebut tidak profesional dan membuat keluarganya merasa tidak aman.
3. Sarwendah Adakan Konferensi Pers, Pihak Ruben Memberi Respons

Untuk meluruskan isu yang beredar, Sarwendah menggelar konferensi pers yang menjelaskan kronologi kejadian.
Namun, pihak Ruben berpendapat bahwa pernyataan terbuka tersebut berpotensi menimbulkan persepsi keliru mengenai kondisi keuangan Ruben di mata publik.
4. Pengacara Ruben Tegaskan Tidak Ada Masalah Cicilan

Menanggapi isu tunggakan, kuasa hukum Ruben menyatakan bahwa Ruben tetap menunaikan kewajiban finansial setiap bulan.
Sehingga tuduhan adanya cicilan bermasalah dinilai tidak sesuai fakta.
Mereka juga menyebut urusan kredit mobil sebenarnya telah terselesaikan.
Agar tidak semakin banyak spekulasi, pihak Ruben memaparkan riwayat transfer dan pengeluaran rumah tangga yang selama ini ia tanggung.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi dan untuk menunjukkan bahwa Ruben tetap bertanggung jawab terhadap kebutuhan anak-anak.
Terlepas dari polemik debt collector, pengacara Ruben mengungkap bahwa ada persoalan lain yang lebih krusial yakni hak Ruben sebagai ayah.
Mereka menyebut jadwal kunjungan yang seharusnya berjalan pasca perceraian tidak terpenuhi, sehingga Ruben merasa aksesnya untuk bertemu anak menjadi semakin terbatas.
Konflik Ruben dan Sarwendah masih menjadi sorotan dan menimbulkan spekulasi publik.
Bagaimana menurutmu?
Kontributor : Safitri Yulikhah