- Film The Commuter (2018) menampilkan Liam Neeson dan sutradara Jaume Collet-Serra, kolaborasi keempat mereka.
- Neeson berperan sebagai Michael MacCauley, pria yang terpaksa menemukan penumpang misterius demi uang tebusan.
- Kekuatan film ini terletak pada ketegangan awal, namun babak akhir dianggap mengurangi kredibilitas dengan aksi berlebihan.
Suara.com - Bagi para penggemar sinema aksi, nama Liam Neeson telah menjadi sinonim dengan genre "one-man army".
Sejak kesuksesan fenomenal Taken, Neeson telah mengukir niche unik sebagai pria paruh baya dengan kemampuan mematikan yang terjebak dalam situasi genting.
Dalam film The Commuter, Neeson kembali berkolaborasi dengan sutradara Jaume Collet-Serra.
Ini adalah kali keempat mereka bekerja sama setelah Unknown, Non-Stop, dan Run All Night.
Apakah film ini hanya sekadar pengulangan formula lama, ataukah menawarkan ketegangan baru di atas rel kereta? Mari kita bedah lebih dalam.
![Film The Commuter yang dibintangi Liam Neeson, Vera Farmiga, dan Patrick Wilson akan tayang Selasa (2/12/2025) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/02/32949-the-commuter.jpg)
Sinopsis: Tawaran Menggiurkan yang Berujung Maut
Cerita berpusat pada Michael MacCauley (Liam Neeson), seorang family-man yang menjalani rutinitas monoton.
Setiap hari selama 10 tahun, ia menaiki kereta komuter Hudson Line yang sama untuk bekerja sebagai penjual asuransi di New York City.
Namun, hari itu bukan hari biasa. Michael baru saja dipecat dari pekerjaannya, membuatnya panik memikirkan biaya kuliah putranya dan hipotek rumah.
Di tengah perjalanan pulang yang suram, Michael didatangi oleh seorang wanita misterius bernama Joanna (Vera Farmiga).
Joanna mengajukan tawaran hipotetis yang aneh namun menggoda: Bisakah Michael menemukan satu penumpang di kereta tersebut yang "tidak seharusnya berada di sana", sebelum kereta mencapai pemberhentian terakhir?
![Film The Commuter yang dibintangi Liam Neeson, Vera Farmiga, dan Patrick Wilson akan tayang Selasa (2/12/2025) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/02/59355-the-commuter.jpg)
Imbalannya sangat besar: US$25.000 uang muka yang disembunyikan di toilet kereta, dan US$75.000 lagi setelah tugas selesai.
Terdesak oleh kebutuhan finansial, Michael mengambil uang tersebut. Namun, ia segera menyadari bahwa ia telah terjebak dalam konspirasi kriminal yang mematikan.
Ia tidak hanya harus menemukan saksi kunci bernama "Prynne", tetapi juga harus menyelamatkan istri dan anaknya yang dijadikan sandera di rumah, serta seluruh penumpang kereta yang terancam bahaya.
Dibantu (dan kadang dihalangi) oleh mantan rekannya di kepolisian, Alex Murphy (Patrick Wilson), Michael harus berpacu dengan waktu.
Atmosfer Klaustrofobik yang Efektif
Kekuatan utama film ini terletak pada babak pertamanya. Film ini memiliki premis yang "menyenangkan dan konyol" namun dieksekusi dengan gaya yang memikat.
Collet-Serra sangat ahli dalam membangun ketegangan di ruang sempit. Kamera bergerak dinamis menyusuri gerbong, menciptakan rasa paranoia bahwa siapa saja bisa menjadi tersangka, atau korban.
Performa Solid Para Pemain
Liam Neeson, seperti biasa, memberikan penampilan yang membumi. Ia bukan superhero; ia adalah pria berusia 60-an yang lelah, baru dipecat, dan babak belur. Kerentanannya membuat penonton peduli.
Vera Farmiga, meski waktu layarnya terbatas, tampil dingin dan mengintimidasi sebagai femme fatale yang mengendalikan situasi dari jauh.
Kritik: Babak Ketiga yang "Keluar Jalur"
Namun, film ini tidak luput dari kekurangan. Banyak kritikus menyoroti bahwa film ini mulai kehilangan kredibilitasnya di babak ketiga.
Ketika misteri detektif berubah menjadi aksi blockbuster penuh ledakan CGI yang berlebihan, film ini kehilangan ketegangan psikologis yang dibangun di awal.
Meskipun film ini adalah "B-movie" yang kompeten, klimaksnya terasa terlalu dipaksakan dan kurang masuk akal dibandingkan paruh pertamanya yang penuh teka-teki.
Selain itu, plotnya juga dinilai terasa seperti daur ulang dari film Non-Stop (2014), hanya saja latarnya dipindah dari pesawat ke kereta api.
Meskipun memiliki lubang plot dan penyelesaian yang sedikit berlebihan, The Commuter tetap menjadi tontonan yang sangat menghibur.
Film ini menawarkan pacing yang cepat, misteri "whodunit" yang menarik, dan aksi baku hantam tangan kosong yang brutal, ciri khas film Liam Neeson.
Film The Commuter yang dirilis pada 2018 bisa Anda tonton di Trans TV Selasa (2/12/2025) malam ini pukul 21.00 WIB.