- Mila, finalis asal Bogor, gagal melaju ke Top 4 D'Academy 7 setelah tersenggol di babak Top 5 pada Minggu, 7 Desember 2025.
-
Mila dikenal memiliki bakat dangdut klasik yang kuat dan pernah menjuarai Forsa Idol 2025 serta lomba Tribute to Rhoma Irama.
- Ia dipuji oleh juri seperti Lesti Kejora dan Dewi Perssik karena teknik vokal yang matang, stabil, dan berkarakter.
Suara.com - Kompetisi dangdut bergengsi D'Academy 7 kembali menyajikan drama eliminasi yang menegangkan pada babak Top 5.
Panggung yang menjadi saksi lahirnya bintang-bintang baru dangdut Tanah Air ini baru saja menyelesaikan tahap kedua kompetisi pada hari Minggu, 7 Desember 2025.
Malam tersebut menjadi momen yang berat bagi salah satu kontestan yang selama ini digadang-gadang sebagai calon juara. Berdasarkan hasil perolehan dukungan dan penilaian juri, langkah Mila, finalis asal Bogor, Jawa Barat, harus terhenti alias tersenggol.
Tersenggolnya Mila membuat persaingan menuju tangga juara semakin ketat. Kini, D'Academy 7 hanya menyisakan empat peserta terbaik yang akan bertarung mati-matian di babak Top 4.
Mereka adalah talenta-talenta luar biasa dari berbagai daerah, yakni Tasya yang mewakili Tangerang Selatan, April kebanggaan Cirebon, Valen duta dangdut dari Pamekasan, serta Arbil yang membawa nama harum Asahan. Meski gagal menembus empat besar, sosok Mila telah meninggalkan kesan mendalam bagi para penikmat musik dangdut di Indonesia.
Banyak warganet dan penonton setia yang penasaran dengan latar belakang gadis bersuara emas ini. Siapakah sebenarnya sosok Mila yang mampu bertahan hingga babak krusial Top 5 D'Academy 7? Berikut adalah ulasan profil lengkap dan perjalanan kariernya yang inspiratif.
Gadis kelahiran Kota Hujan ini memiliki nama lengkap Mila Nurwati, namun di panggung hiburan Tanah Air, ia lebih akrab disapa sebagai Mila DA7. Talenta bermusiknya tidak muncul secara tiba-tiba.
Sejak usia belia, Mila sudah menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap musik dangdut. Ia tumbuh besar dengan irama gendang dan cengkok, membuatnya tak asing lagi dengan dunia tarik suara. Keberaniannya untuk tampil di depan umum pun telah dipupuk sejak kecil melalui berbagai perlombaan menyanyi lokal hingga regional.
Sebelum menginjakkan kaki di panggung megah Indosiar, bakat Mila sudah teruji di berbagai kompetisi bergengsi lainnya. Ia bukanlah pendatang baru yang "kaget panggung".
Portofolio prestasinya cukup mentereng. Tercatat pada 2024, Mila sukses menyabet gelar juara 1 dalam ajang Forsa Idol 2025. Kemenangan ini bukanlah pencapaian sembarangan, mengingat kompetisi tersebut diselenggarakan oleh komunitas penggemar fanatik Rhoma Irama dan Soneta Group, yang dikenal memiliki standar tinggi terhadap kualitas vokal dangdut klasik.
Keahliannya dalam menaklukkan lagu-lagu legendaris kembali terbukti saat ia menjuarai lomba Tribute to Rhoma Irama yang diadakan di LRT City Sentul.
Kemenangan berturut-turut ini menegaskan bahwa Mila memiliki kapasitas teknik vokal yang mumpuni, terutama dalam membawakan lagu-lagu dangdut klasik yang memerlukan kontrol napas dan cengkok yang spesifik.
Puncak dari perjuangan awalnya adalah ketika ia mengikuti audisi D’Academy 7. Penampilannya yang memukau berhasil mencuri perhatian Soimah, salah satu juri yang dikenal sangat kritis, hingga Mila berhak mendapatkan Golden Ticket. Momen itulah yang menjadi gerbang pembuka bagi Mila untuk bersinar sebagai salah satu kontestan favorit di musim ini.
Selama berkompetisi di D'Academy 7, Mila dikenal sebagai peserta dengan karakter vokal yang lembut namun bertenaga. Keunggulan utamanya terletak pada cengkok yang halus serta kontrol vokal yang sangat stabil, sebuah kualitas yang jarang ditemukan pada penyanyi seusianya.
Ia tidak ragu untuk menantang dirinya sendiri dengan membawakan tembang-tembang yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Lagu-lagu seperti “Ilalang” dan “Laila Canggung” pernah ia eksekusi dengan sangat baik, memberikan sentuhan interpretasi khas miliknya tanpa menghilangkan esensi asli lagu tersebut.
Konsistensi penampilan Mila kerap memanen pujian dari deretan juri papan atas. Lesti Kejora, yang merupakan jebolan sekaligus ikon D'Academy, sempat memberikan apresiasi tinggi dengan menyebut Mila sebagai sosok penyanyi muda dengan teknik yang sudah matang.
Tak hanya Lesti, pedangdut senior Dewi Perssik pun mengakui kualitas suara finalis asal Bogor ini. Dalam salah satu komentar penjuriannya, Dewi Perssik secara spesifik menyebut suaranya “bersih dan berkarakter”.
Pujian tersebut membuktikan kemampuan Mila dalam menyampaikan emosi lagu kepada pendengar. Selain mengandalkan teknik vokal, Mila juga memiliki aura bintang yang kuat.
Setiap kali beraksi di atas panggung, ia tampil dengan kepercayaan diri yang tinggi serta ekspresi yang natural. Hal ini membuatnya mudah membangun koneksi emosional dengan penonton, baik yang ada di studio maupun di rumah.
Kombinasi antara teknik vokal yang baik dan stage presence yang memikat inilah yang membuat basis penggemar Mila di media sosial tumbuh pesat, meskipun kini langkahnya harus terhenti di babak lima besar.