Suara.com - Skandal besar yang menyeret nama Cho Jin Woong memuncak setelah laporan investigatif Dispatch membeberkan catatan kriminalnya saat remaja dan memicu kehebohan publik.
Publik Korea Selatan terkejut karena aktor papan atas itu selama ini dikenal melalui citra profesional, padahal masa lalunya memuat kasus serius yang belum pernah terungkap.
Dampak dari laporan tersebut berkembang cepat, memengaruhi karier, proyek besar, hingga kondisi finansial perusahaan hiburan yang berhubungan dengannya.
Skandal Terungkap dan Tuduhan Serius

Kronologi kasus Cho Jin Woong berawal pada 5 Desember 2025 ketika Dispatch merilis laporan eksplosif mengenai rekam jejak kriminalnya pada masa SMA tahun 1994.
Laporan tersebut menyebut dugaan pencurian dan pelecehan seksual yang membuat Cho Jin Woong pernah dikirim ke lembaga pemasyarakatan remaja.
Dispatch juga menyinggung kasus DUI yang membuat surat izin mengemudinya pernah dicabut, memperburuk reputasi sang aktor di mata publik.
Skandal ini langsung menyedot perhatian berbagai media besar karena skala kasusnya melibatkan isu kriminal, etika publik, serta masa lalu yang belum pernah diungkap.
Respons Agensi dan Pengumuman Pensiun Mengejutkan

Saram Entertainment merilis pernyataan resmi pada hari yang sama dan tidak membantah detail laporan terkait kesalahan masa remaja sang aktor.
Agensi tersebut mengakui bahwa Cho Jin Woong memang pernah melakukan tindakan kriminal saat masih di bawah umur dan meminta maaf kepada publik.
Cho Jin Woong kemudian mengumumkan keputusan pensiun pada 6 Desember 2025 dengan pernyataan yang menegaskan pengunduran dirinya dari dunia akting.
Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak karena dia baru saja menyelesaikan beberapa proyek penting yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat.
Proyek Terhenti dan Kerugian Mengintai

SBS segera memutuskan mengganti narasi suara Cho Jin Woong dalam dokumenter War on Crime guna menghindari kontroversi tambahan.
Nasib drama Signal 2, yang telah menyelesaikan syuting pada Agustus dan memasuki tahap pasca-produksi, menjadi tidak pasti dan menimbulkan kekhawatiran investor.
Studio Dragon mengalami penurunan harga saham setelah skandal mencuat, memperlihatkan dampak langsung skandal ini terhadap industri televisi Korea.
Para penggemar khawatir karena peran Cho Jin Woong yang sangat besar membuat penghapusan adegan atau syuting ulang nyaris mustahil tanpa merusak kualitas drama.
Ancaman Gugatan Rp113 Miliar dan Ketidakpastian Masa Depan
Sumber industri menyebut tvN dapat mengajukan penalti kontrak sekitar 10 miliar KRW atau setara Rp113 miliar kepada Cho Jin Woong dan agensinya.
Jumlah penalti tersebut muncul karena Signal 2 merupakan proyek besar peringatan 20 tahun tvN dengan biaya produksi mencapai ratusan miliar KRW.
Jika tvN memutuskan menuntut ganti rugi, Cho Jin Woong berpotensi menghadapi tekanan finansial besar setelah kehilangan seluruh proyek aktifnya.
Hingga kini belum ada keputusan resmi dari tvN, namun skandal tersebut menempatkan masa depan drama dan karier sang aktor dalam situasi paling genting.
Kasus Cho Jin Woong menjadi salah satu skandal terbesar industri hiburan Korea dalam beberapa tahun terakhir karena dampaknya merambat ke berbagai sektor.
Kasus ini menunjukkan bahwa catatan masa lalu dapat kembali muncul dan mengguncang karier siapa pun, bahkan saat mereka berada di puncak popularitas.
Kontributor : Chusnul Chotimah