Sampai Menahan Tangis, Nicholas Saputra Ungkap Keresahan Terdalam Soal Bencana Sumatra

Dinda Rachmawati

Senin, 15 Desember 2025 | 22:56 WIB
Sampai Menahan Tangis, Nicholas Saputra Ungkap Keresahan Terdalam Soal Bencana Sumatra
Nicholas Saputra
baca 10 detik
  • Nicholas Saputra angkat suara soal duka dan bencana di Sumatra.
  • Ia menyebut bencana sebagai peringatan keras akibat kerusakan lingkungan.
  • Nicholas menyoroti ketidakadilan terhadap warga sekitar hutan yang paling terdampak.

Suara.com - Setelah sempat menuai kritik dari warganet, Nicholas Saputra akhirnya angkat suara. Aktor yang dikenal jarang berbicara reaktif di ruang publik itu memilih medium yang tenang namun mendalam, sebuah podcast bersama jurnalis senior Uni Lubis. 

Di sanalah, Nicho, sapaan akrabnya tidak hanya berbicara sebagai figur publik, tetapi sebagai manusia yang diliputi kesedihan dan kegelisahan atas apa yang tengah terjadi di Sumatra.

Banjir bandang dan tanah longlsor yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Aceh meninggalkan duka mendalam baginya. 

Nicholas Saputra juga menyebut rangkaian bencana ini sebagai wake up call, alarm keras bagi semua pihak, terutama pembuat kebijakan, untuk kembali serius membenahi relasi manusia dengan alam.

“Bencana yang terjadi di Sumatra ini harusnya jadi peringatan bahwa alam dan lingkungan harus kita jaga,” ujarnya. Bagi Nicholas Saputra, tragedi ini tidak bisa dipandang sebagai peristiwa alam semata, melainkan akibat dari kerusakan lingkungan yang terus dibiarkan.

Lebih jauh, bintang film Ada Apa Dengan Cinta? itu menegaskan bahwa kesadaran menjaga alam tidak seharusnya menjadi isu eksklusif segelintir orang. 

Menurutnya, tanggung jawab terhadap lingkungan adalah milik semua orang, bukan hanya aktivis atau mereka yang secara khusus bergerak di bidang konservasi.

“Kita ini hanya numpang di bumi,” kata Nicholas. Ia mengingatkan bahwa manusia terus-menerus menerima kebaikan dari alam, sehingga sudah sepantasnya setiap keputusan sekecil apa pun dipikirkan dampaknya terhadap lingkungan.

Namun momen paling emosional terjadi ketika Nicholas membicarakan nasib masyarakat yang hidup di sekitar hutan. Ia tak kuasa menahan sesak, berbicara dengan suara bergetar sambil menahan tangis.

baca juga

“Kita minta mereka jagain hutan, tapi kondisinya miskin. Kalau bencana, paling pertama kena. Bantuan paling terakhir dapat,” ucapnya lirih.

Kalimat itu mencerminkan ironi besar, mereka yang diminta menjaga alam justru menjadi kelompok paling rentan saat alam rusak akibat sistem yang tidak adil. Tingginya angka kemiskinan membuat situasi ini semakin sulit untuk diproses, bahkan bagi Nicholas sendiri.

Sebelumnya, Nicholas sempat dikritik sebagian warganet karena dianggap kurang vokal atau terkesan “cuek” terhadap bencana di Sumatra, terlebih karena ia memiliki eco resort di wilayah tersebut. 

Meski ia telah lama mengedukasi soal pentingnya menjaga lingkungan dan mengkritik pengelolaan lahan, publik menilai ia masih bisa berbuat lebih atau menjelaskan sikapnya secara terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Aceh Kirim Surat ke PBB Minta Bantuan, Begini Respons Mendagri

Pemerintah Aceh Kirim Surat ke PBB Minta Bantuan, Begini Respons Mendagri

News | Senin, 15 Desember 2025 | 20:47 WIB

Tolak Bantuan Asing untuk Sumatra, Prabowo: Terima Kasih, Kami Mampu!

Tolak Bantuan Asing untuk Sumatra, Prabowo: Terima Kasih, Kami Mampu!

News | Senin, 15 Desember 2025 | 18:35 WIB

Prabowo Minta Maaf, Pemulihan Bencana Sumatra Tak Bisa Cepat: Butuh Waktu Hingga 3 Bulan

Prabowo Minta Maaf, Pemulihan Bencana Sumatra Tak Bisa Cepat: Butuh Waktu Hingga 3 Bulan

News | Senin, 15 Desember 2025 | 17:57 WIB

Terkini

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:25 WIB

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:21 WIB

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:15 WIB

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 11:13 WIB

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:12 WIB

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:11 WIB

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:10 WIB

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

×