Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia, Polusi PM2.5 Capai Level Tidak Sehat

Dythia Novianty

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:05 WIB
Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia, Polusi PM2.5 Capai Level Tidak Sehat
Suasana Jakarta yang terlihat samar karena polusi udara difoto dari atas Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Jakarta menempati peringkat ketiga sebagai kota berpolusi terburuk di dunia dengan indeks 163 pada Sabtu.
  • Kondisi udara tidak sehat tersebut sangat membahayakan kelompok sensitif serta berpotensi merusak tanaman dan lingkungan.
  • Pemprov DKI Jakarta dan BMKG mengembangkan sistem peringatan dini untuk meningkatkan akurasi prediksi pencemaran udara.

Suara.com - Polusi udara kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga Ibu Kota. Jakarta kembali masuk dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Sabtu (1/8/2026).

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa persoalan pencemaran udara masih menjadi tantangan besar yang memerlukan penanganan berkelanjutan.

Berdasarkan data IQAir pada pukul 06.00 WIB, dilansir dari laman Antara, Jakarta menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) tercatat 163, yang masuk kategori tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 79,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Pada level tersebut, kualitas udara dinilai dapat membahayakan kelompok masyarakat sensitif, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan seperti asma dan gangguan paru-paru.

Selain berdampak pada kesehatan manusia, polusi udara juga berpotensi memengaruhi hewan yang sensitif, merusak tanaman, serta menurunkan kualitas lingkungan.

Suasana Jakarta yang terlihat samar karena polusi udara difoto dari atas Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Selasa (25/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana Jakarta yang terlihat samar karena polusi udara difoto dari atas Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Seiring memburuknya kualitas udara, IQAir mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah, serta menutup jendela guna meminimalkan masuknya udara yang tercemar ke dalam ruangan.

Berdasarkan klasifikasi IQAir, indeks PM2.5 pada rentang 0–50 masuk kategori baik, 51–100 kategori sedang, 101–199 tidak sehat, 200–299 sangat tidak sehat, dan 300–500 berbahaya bagi kesehatan masyarakat secara umum.

Dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk dunia pada Sabtu pagi, Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, berada di posisi pertama dengan AQI 243, disusul Kampala, Uganda dengan AQI 240.

baca juga

Jakarta berada di posisi ketiga, sementara Manama, Bahrain, menempati urutan keempat dengan AQI 137, dan Dubai, Uni Emirat Arab, berada di posisi kelima dengan AQI 134.

Pemprov DKI Siapkan Sistem Peringatan Dini Polusi Udara

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah mengembangkan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini kualitas udara guna meningkatkan akurasi prediksi pencemaran udara.

Pengembangan sistem tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi dampak polusi sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.

Melalui sistem peringatan dini ini, masyarakat nantinya diharapkan dapat memperoleh informasi prakiraan kualitas udara secara lebih cepat dan akurat sehingga dapat mengambil langkah antisipasi, seperti menggunakan masker, membatasi aktivitas luar ruangan, serta mengurangi paparan terhadap polusi udara ketika kualitas udara diprediksi memburuk.

Keberadaan EWS juga diharapkan dapat membantu pemerintah mengambil langkah mitigasi lebih dini dalam menghadapi episode pencemaran udara, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di tengah kualitas udara yang terus berfluktuasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52 WIB

Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok

Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:48 WIB

Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi Pengguna AI, Harus Cetak Inovator Masa Depan

Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi Pengguna AI, Harus Cetak Inovator Masa Depan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:55 WIB

Pembangunan Pesat PIK Bayangi Upaya Selamatkan Mangrove Pesisir Jakarta

Pembangunan Pesat PIK Bayangi Upaya Selamatkan Mangrove Pesisir Jakarta

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:52 WIB

Usai Pesta Miras, Pemuda 19 Tahun di Cilincing Tewas dengan Tangan Putus Akibat Tawuran

Usai Pesta Miras, Pemuda 19 Tahun di Cilincing Tewas dengan Tangan Putus Akibat Tawuran

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:50 WIB

Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat

Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres

Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres

Jawa Tengah | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste

Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Karhutla Mengganas di Kalbar, Asap Tebal Selimuti Ketapang

Karhutla Mengganas di Kalbar, Asap Tebal Selimuti Ketapang

Foto | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Hanya 20 Unit Terios Special Edition dan New Sigra Resmi Meluncur di GIIAS 2026

Hanya 20 Unit Terios Special Edition dan New Sigra Resmi Meluncur di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:50 WIB

JETOUR Berikan Garansi Mesin Tanpa Batas Kilometer di GIIAS 2026

JETOUR Berikan Garansi Mesin Tanpa Batas Kilometer di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026

Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 05:40 WIB

Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa

Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 23:20 WIB

Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!

Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 23:18 WIB

Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat

Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:54 WIB

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:38 WIB

×