Suara.com - Anak sulung Mpok Alpa, Sherly, sebelumnya dikabarkan kabur dari rumah jelang sidang penetapan ahli waris sejak beberapa waktu lalu.
Padahal, status Sherly sebagai pemohon sangat diperlukan dalam sidang tersebut.
Suami Mpok Alpa, Aji Darmaji bahkan sempat kebingungan lantaran anaknya tersebut menghilang secara tiba-tiba.
Namun sekitar satu Minggu setelah kepergiannya, keberadaan Sherly kini sudah diketahui.
Gadis berusia 20 tahun itu ternyata ada di rumah sahabatnya, namun ia meminta ayah sambungnya itu tidak mencari keberadaannya.
Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Aji Darmaji.
“Sekarang udah mulai ngabarin nih, katanya ‘Abi, tenang aja aku di tempat teman, jangan cari dulu’,” kata Aji dilihat dari unggahan kanal YouTube Trans TV pada Rabu (17/12/2025).
Hingga saat ini, Aji masih belum mengetahui alasan Sherly kabur dari rumah.
“Saya kan maksudnya ini anak sudah dewasa, dia berpikir secara apa kita belum tahu nih, apa penyebabnya kita belum tanya, karena kan saya belum face to face untuk bertemu,” ujarnya.
Aji Darmaji mengaku bahwa selama ini Sherly selalu pamit dan meminta izin sebelum meninggalkan rumah.
“Gimanapun si Sherly ini menghargai orang tuanya, patuh sama orang tua, anak yang baik kok,” kata pria yang akrab disapa Idung itu.
Meski sudah mendapatkan kabar dari anaknya, Aji Darmaji masih belum tahu permasalahan yang kini dialami sang anak.
“Untuk saat ini saya gak tahu nih ada problem apa, kita belum ngobrol dan ketemu,” paparnya.

Sebelum Sherly kabur dari rumah, Aji Darmaji mengaku sudah memberitahu sang anak perihal sidang penetapan ahli waris yang akan segera berlangsung.
“Anaknya tahu kok, kan udah dewasa juga ya, ada administrasi yang harus kita selesain, itu sangat penting” tuturnya.
Namun ia tak menyangka justru sang anak kabur bertepatan dengan momen sidang yang sudah dijadwalkan sebelumnya.
Meski demikian, Aji memilih untuk berbaik sangka dan berpikir bahwa sang anak hanya lupa.
“Bisa juga, saya baik sangka ya (mungkin) lupa juga, mungkin pas ada masalah apa ini anak lupa,” ujarnya.
Saat Sherly kabur, Aji Darmaji mengaku panik hingga tak bisa tidur. Kini, setelah tahu keberadaan sang anak, Aji merasa jauh lebih tenang.
“Panik lah, siapa yang enggak merasa panik kehilangan anak. Sampai saya enggak bisa tidur. Pas ada kabar, hati udah berbesar alhamdulillah ada kabar,” pungkasnya.
Sebelumnya, sidang penetapan ahli waris seharusnya digelar 11 Desember 2025, namun karena Sherly tak bisa hadir, maka sidang terpaksa ditunda.
Kontributor : Rizka Utami