- Soundrenaline 2025 menghadirkan reuni perdana musisi pengisi OST Janji Joni setelah 20 tahun untuk merayakan bangkitnya musik indie Indonesia.
- Penampilan Bilal Indrajaya membawakan lagu SORE menjadi momen emosional untuk mengenang almarhum Ade Paloh di atas panggung.
- Puncak acara di Taman Peruri Jakarta menciptakan konektivitas baru antara musisi dan penonton dalam suasana festival kota yang intim.
Suara.com - Panggung Soundrenaline 2025 hari terakhir di Taman Peruri, Jakarta Selatan, berubah menjadi mesin waktu pada Minggu, 21 Desember 2025 malam.
Untuk pertama kalinya dalam dua dekade, para pengisi lagu tema alias soundtrack film legendaris Janji Joni berkumpul dalam satu panggung untuk merayakan 20 tahun rilisnya film karya Joko Anwar tersebut.
Pertunjukan spesial yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 20.30 WIB ini menyedot perhatian ribuan penonton dari berbagai generasi.
Sebanyak 10 lagu ikonik dibawakan secara berurutan, mulai dari "Waiting" oleh The Adams, "Puzzle" oleh Ape On The Roof, hingga lagu-lagu penggetar panggung seperti "(I Got) Johnny in My Head" milik Teenage Death Star.
Ditemui awak media di belakang panggung usai penampilan, David Tarigan, sosok di balik kurasi musik Janji Joni sekaligus produser sesi ini, mengungkapkan bahwa perayaan ini adalah hal yang sangat emosional.
Baginya, soundtrack Janji Joni bukan sekadar pengiring film, melainkan potret kebangkitan musik independen Indonesia pada masanya.
"Dulu salah satu yang membuat soundtrack Janji Joni penting adalah dia menjadi sampler dari apa yang baru dalam musik Indonesia saat itu di kancah musik independen. Ketika film ini terkenal, ini menjadi pembuka sound baru ini untuk lebih diketahui masyarakat luas," kata David Tarigan.
David menambahkan bahwa sejak filmnya rilis pada 2005 silam, tidak pernah ada pertunjukan khusus yang mempertemukan semua musisi pengisinya.
"Jadi ketika ini jadi ajang 20 tahun Janji Joni dibikin show, untuk audiens yang baru itu seru banget. Generasi sekarang juga pada mengapresiasi dan pengin nyaksiin," tambahnya.
Momen Haru untuk Ade Paloh dan Kedatangan 'Hantu Baru'
Salah satu momen paling menyentuh malam itu adalah saat penyanyi Bilal Indrajaya naik ke panggung membawakan lagu "Funk the Hole" milik band SORE.
Bilal hadir menggantikan vokalis asli SORE, almarhum Ade Paloh, yang telah berpulang.
David Tarigan menjelaskan alasan pemilihan Bilal yang dinilai memiliki ikatan emosional kuat.
"Karena penyanyi Ade Paloh sudah meninggal, kayaknya aneh kalau orang lain selain Bilal. Bilal punya kedekatan sama SORE dan secara spesifik sama Ade Paloh. Bilal itu 'hantu baru', kalau Ade Paloh 'hantu lama'," seloroh David.
Kisah unik juga datang dari perjuangan para penampil untuk hadir. Salah satu penampil, yakni Saleh Husein alias Ale dari The Adams membocorkan bahwa Bilal baru saja dikaruniai buah hati.
"Bilal baru lahiran semalam istrinya. Tadi balik langsung ke rumah sakit, anaknya baru lahir," ungkap Ale dalam kesempatan yang sama.
Nempel di Memori Setelah Dua Dekade
Rebecca Theodora, pelantun lagu "Satu Waktu", juga berbagi perasaannya kembali berdiri di depan penonton membawakan lagu yang dia rekam 20 tahun lalu.
Rebecca harus membagi waktu di tengah jadwal syuting film yang padat untuk bisa bergabung dalam reuni ini.
"Kalau gue sih tadinya udah agak lupa juga sama liriknya. Tapi ternyata masih nempel di memori. Menurut gue soundtrack Janji Joni ini memang agak signifikan di era itu, belum ada yang bikin seperti itu dan dijadiin album," tutur Rebecca.
Ale yang sebelumnya yang membawakan lagu "Waiting" dan "Konservatif" di atas panggung, turut mengapresiasi konsep Soundrenaline 2025 yang kini bertema City Festival.
Menurutnya, bermain di area terbuka seperti Taman Peruri memberikan konektivitas baru antara musisi dan pendengar.
"Yang menarik sebenarnya adalah orang diminta buat jalan-jalan, orang diminta untuk melihat lagi siapa yang main di stage mana. Pertemuan dari banyak kota hadir dipertemukan di sini untuk bikin connectivity yang baru," imbuh Ale.
Penampilan malam itu ditutup dengan lagu "The Mighty Love" oleh Leonardo Ringgo, meninggalkan kesan mendalam bagi penonton yang pulang dengan membawa potongan memori dari tahun 2005.
Sebagai informasi, Janji Joni dirilis pada 2005. Ini merupakan film komedi romantis yang disutradarai oleh Joko Anwar dan dibintangi oleh Nicholas Saputra.
Janji Joni bercerita tentang perjuangan seorang pengantar gulungan film yang harus menghadapi berbagai rintangan di jalanan Jakarta demi mengantar film tepat waktu.
Selain kesuksesan ceritanya, Janji Joni dianggap sebagai salah satu film Indonesia pertama yang memberikan ruang besar bagi musisi independen (indie) untuk mengisi album lagu temanya, yang kemudian menjadi sangat ikonik di kalangan penikmat musik.
Di sisi lain, Soundrenaline 2025 merayakan edisi ke-20 dengan mengusung konsep City Festival.
Berbeda dari konsep konvensional yang terpusat di satu area luas, tahun ini festival musik tersebut menyambangi berbagai titik kota di Medan, Bandung, dan puncaknya di Jakarta.
Di Jakarta, Taman Peruri di kawasan Blok M (ASEAN District) dipilih untuk menciptakan suasana konser yang lebih intim, menyatu dengan ruang publik dan arsitektur kota, serta memfasilitasi penonton untuk mengeksplorasi berbagai panggung secara dinamis.