"Tapi pada saat awal-awal aku salatnya pakai bahasa Indonesia ajalah soalnya aku enggak ngerti bacanya. Kayaknya kalau bahasa Indonesia aku lebih kena di hati. Kalau aku baca yang waktu itu bahasa Arab-nya meskipun latinnya aku baca, aku enggak ngerti apa yang aku baca," curhatnya.
"Tapi lama-kelamaan setelah ngerti bahasa Indonesia, kan udah hafal intinya itu, artinya. Jadi memang sunnah-nya kita kan Bahasa Arab. Itu bagian dari ikhtiar, step by step, akhirnya bisa lebih tahu lagi, lebih kenal lagi," pungkas ibu empat anak ini.
Kontributor : Yoeni Syafitri Sekar