4. Tempo Cerita yang Tak Seimbang

Pengaturan tempo di musim kelima dinilai kurang seimbang.
Awal musim terasa terlalu lambat dalam membangun eksposisi, sementara bagian penyelesaian justru dipadatkan secara agresif.
Akibatnya, banyak momen krusial yang diputuskan secara terburu-buru tanpa memberikan ruang bagi penonton untuk merasakan dampak emosionalnya.
5. Pertarungan Melawan Vecna yang Kurang Mendalam

Sebagai antagonis utama, ekspektasi terhadap duel final melawan Vecna sangatlah tinggi.
Namun, banyak penonton merasa konfrontasi tersebut terlalu singkat dan kurang berlapis.
Strategi yang digunakan untuk mengalahkannya terasa terlalu langsung.
Hal ini menimbulkan kesan menyia-nyiakan build-up karakter Vecna yang sudah dibangun secara kompleks sejak musim sebelumnya.
6. Akhir Cerita yang Terlalu "Main Aman"

Penutupan kisah ini dianggap terlalu rapi dan manis bagi serial yang biasanya berani menggambarkan trauma mendalam.
Sebagian penonton merasa ending-nya lebih berfungsi sebagai "obat penenang" emosi ketimbang memberikan konklusi yang berani dan membekas secara dramatis.
7. Mind Flayer yang Hanya Jadi Pajangan

Nasib serupa menimpa Mind Flayer.
Sosok yang dulu mendominasi ketakutan penonton ini kini terasa hanya sebagai simbol tanpa peran fungsional yang kuat dalam konflik utama.
Bahkan, pertempuran melawan entitas raksasa ini selesai dalam sekejap, yang bagi sebagian orang terasa antiklimaks.
8. Adegan Pengakuan Will yang Kurang Pas

Momen jujur Will tentang identitas dirinya sebenarnya penting secara karakter, namun durasi dan penempatannya dianggap mengganggu alur.
Adegan ini hadir tepat saat situasi genting menuju pertempuran, sehingga memotong ketegangan cerita utama.
Banyak yang merasa timing-nya tidak tepat dan durasinya terlalu bertele-tele jika dibandingkan dengan adegan aksi penting lainnya.
Kalau kamu sendiri apakah setuju dengan poin-poin yang disebut mengecewakan dari musim terakhir Stranger Things tadi?
Kontributor : Safitri Yulikhah