4. Tempo Cerita yang Tak Seimbang

Pengaturan tempo di musim kelima dinilai kurang seimbang.
Awal musim terasa terlalu lambat dalam membangun eksposisi, sementara bagian penyelesaian justru dipadatkan secara agresif.
Akibatnya, banyak momen krusial yang diputuskan secara terburu-buru tanpa memberikan ruang bagi penonton untuk merasakan dampak emosionalnya.
5. Pertarungan Melawan Vecna yang Kurang Mendalam

Sebagai antagonis utama, ekspektasi terhadap duel final melawan Vecna sangatlah tinggi.
Namun, banyak penonton merasa konfrontasi tersebut terlalu singkat dan kurang berlapis.
Strategi yang digunakan untuk mengalahkannya terasa terlalu langsung.
Hal ini menimbulkan kesan menyia-nyiakan build-up karakter Vecna yang sudah dibangun secara kompleks sejak musim sebelumnya.
Baca Juga: Top 10 Series Netflix Indonesia Akhir Desember 2025, Mens Rea Kokoh di Puncak
6. Akhir Cerita yang Terlalu "Main Aman"

Penutupan kisah ini dianggap terlalu rapi dan manis bagi serial yang biasanya berani menggambarkan trauma mendalam.
Sebagian penonton merasa ending-nya lebih berfungsi sebagai "obat penenang" emosi ketimbang memberikan konklusi yang berani dan membekas secara dramatis.
7. Mind Flayer yang Hanya Jadi Pajangan

Nasib serupa menimpa Mind Flayer.
Sosok yang dulu mendominasi ketakutan penonton ini kini terasa hanya sebagai simbol tanpa peran fungsional yang kuat dalam konflik utama.