Bagaimana tidak, Manohara yang kala itu masih berusia 16 tahun menikah dengan anggota keluarga Kerajaan Kelantan sehingga mendapatkan gelar Cik Puan Temenggong.
Rumah tangga mereka semakin disorot ketika Manohara pulang ke Indonesia setelah dua bulan menikah.
Manohara kala itu menagih janji Tengku Fakhry untuk menggelar pernikahan di Jakarta.
Rumah tangga Manohara dikira sudah membaik setelah menjalankan umrah bersama keluarga pada Maret 2009.
Tak disangka Daisy Fajarina ibu Manohara mengaku tak bisa mengunjungi sang putri di Malaysia karena pencekalan.
Topik 'Penculikan Manohara' kemudian menjadi isu nasional hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat sebagai presiden kala itu ikut turun tangan.
Saat bertemu Presiden SBY, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak membantah rumor penculikan Manohara oleh Pangeran Kelantan tersebut.
Manohara akhirnya bisa pulang ke Indonesia pada Mei 2009 dengan bantuan aparat Singapura dan staf diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Manohara lantas membenarkan tuduhan penculikan dan penganiayaan oleh sang suami yang diungkap ibunya.
Baca Juga: Sepak Terjang Brigita Manohara, Kini Diperiksa KPK Kasus Ricky Ham Pagawak
Di sisi lain, George Manz ayah kandung Manohara malah mendukung Tengku Fakhry.
George Manz berselisih dengan Daisy Fajarina sang mantan istri dengan mendukung Manohara kembali ke sang suami.
Pengadilan Syariah Malaysia pun memutuskan agar Manohara kembali ke sang suami dan membayar utang RM 1,2 juta.
Pihak Manohara pada akhirnya mengabaikan putusan Pengadilan Syariah Malaysia tersebut meski dianggap nusyuz atau durhaka dan kehilangan hak-haknya.

3. Pindah Agama
Manohara lagi-lagi bikin geger ketika rumornya pindah agama tersebar pada Oktober 2019.