- Inara Rusli mengakui pernah memukul anaknya, namun membantah tuduhan kekerasan berlebihan yang dilontarkan mantan mertuanya.
- Tindakan fisik tersebut dilakukan sebagai konsekuensi karena sang anak melakukan kesalahan fatal, yaitu mencuri secara berulang kali.
- Inara menegaskan bahwa tindakannya bertujuan untuk memberikan pendidikan tentang konsekuensi atas perilaku buruk yang terus dilakukan meski sudah ditegur.
Suara.com - Masalah Inara Rusli bukan hanya soal cinta segitiga dengan Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa.
Ia kini hadapi tuduhan sering memukul anaknya. Tudingan ini sebelumnya disampaikan oleh mantan mertuanya, Eva Manurung.
"Gimana ya? Kalau lo mukulin anak kayak mukulin ini, kayak mukulin maling?" ujar Eva Manurung dengan nada penuh emosi dalam video di akun Instagram Starpro, Senin, 5 Januari 2026.
Tak berhenti di situ, Eva Manurung juga memberikan gambaran mengenai perilaku kasar Inara Rusli.
"Pernah lihat nggak? Rambutnya diginiin, diseret dari tangga kok," ungkap Eva Manurung sambil memperagakan gerakan menjambak rambut yang seketika membuat heboh para netizen di media sosial.
Mendengar tudingan yang sangat menyudutkan tersebut, Inara Rusli memberikan klarifikasi di kanal YouTube Denny Sumargo.
Mantan personel girlband Bexxa itu mengakui dirinya memang pernah memukul sang buah hati.
Namun, Inara Rusli menegaskan, tindakan fisik tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Menurutnya, hal itu dipicu kesalahan sang anak yang sudah dianggap sangat fatal.
"Kalau aku pukul pernah, tapi karena satu hal yang fatal menurut aku. Mencuri, misal mencuri," kata Inara Rusli memberikan pengakuan yang jujur mengenai tindakannya tersebut.
Baca Juga: Inara Rusli Mual Dengar Ucapan Insanul Fahmi 'I Love You Mawa, I Love Inara'
Inara Rusli menjelaskan lebih lanjut definisi mencuri dalam konteks ini adalah mengambil barang atau sesuatu milik orang lain tanpa izin.
Ironisnya, tindakan tersebut diklaim telah dilakukan oleh sang anak secara berulang-ulang.
Ia merasa bahwa dirinya sudah berkali-kali memberikan teguran dan nasihat secara lisan kepada sang anak.
Sayangnya, perilaku buruk tersebut terus saja dilakukan kembali meski sudah mendapatkan peringatan yang cukup keras dari orang tuanya.
"Seorang anak itu kan harus kita berikan pendidikan untuk bisa mereka belajar bahwa dalam hidup ini ada konsekuensi gitu," tegas Inara Rusli membela diri mengenai metodenya dalam mendisiplinkan anak.
Ibu tiga anak ini juga menambahkan bahwa ia selalu berusaha melakukan introspeksi diri jika memang figurnya sebagai orangtua dianggap masih belum cukup baik.