- Wardatina Mawa membantah tudingan dipersulit bertemu anak dan menegaskan bahwa Insanul Fahmi baru saja bertemu sang putra empat hari lalu.
- Mawa menyatakan tidak pernah menghalangi pertemuan dan tetap membuka jalur komunikasi antara anak dan ayahnya melalui pihak pengasuh.
- Mawa meminta suaminya untuk berhenti menyebarkan fitnah, terutama di bulan Ramadan, terkait isu pembatasan akses anak tersebut.
Suara.com - Wardatina Mawa membantah pernyataan Insanul Fahmi yang mengaku kesulitan bertemu anak mereka. Dia menegaskan bahwa pertemuan terakhir baru saja terjadi beberapa hari lalu.
"Saya bingung ya, kemarin baru ketemu. Jadi saya bingung kenapa dibilang enggak pernah ketemu," kata Mawa usai menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Jumat, 20 Februari 2026.
Mawa sampai keheranan saat mendengar tudingan Insanul Fahmi yang mengaku sulitnya bertemu anak mereka, padahal belum sampai satu minggu lelaki tersebut bertemu sang putra.
"Karena baru empat hari yang lalu itu ketemu. Jadi saya bingung kenapa dia kasih pernyataan seperti itu," tambahnya.
Menanggapi pernyataan Insanul yang menyebut dirinya dipersulit, Mawa meminta agar tudingan tersebut tidak berkembang, terlebih di bulan Ramadan.
"Tolong dong ini juga puasa ya, jangan terlalu banyak fitnah juga," ujarnya.
Mawa menekankan bahwa dirinya tidak pernah menghalangi Insanul untuk bertemu anak. Dia menyebut jalur komunikasi tetap terbuka melalui pihak pengasuh.
"Saya juga enggak menutup akses hubungan dia sama anak saya, karena kan melalui mbaknya juga. Jadi kalau saya pribadi memang tidak ada merespons sama sekali," ungkap Mawa.
"Jadi enggak apa-apa melalui mbaknya saja. Dan memang baru kemarin itu ketemu," lanjutnya.
Baca Juga: Wardatina Mawa Mantap Lanjutkan Kasus Zina Suami dengan Inara Rusli
Saat kembali ditanya soal dugaan pembatasan akses terhadap anak, Mawa memberikan jawaban singkat.
"Enggak ada sama sekali," jawabnya.
Sebelumnya, Insanul Fahmi menyampaikan keluhannya terkait sulitnya bertemu anak.
"Iya, capek sih sebenarnya (dipersulit) ketemu anak," ujar Insanul.
Dia juga mengaku tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut demi kepentingan anak.
"Sebenarnya kasihan anak sih mikirnya. Takut nanti kalau dilaporin ke Komnas makin panjang," tuturnya.