- Film animasi Malaysia, Papa Zola: The Movie, akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 23 Januari 2026 melalui distributor MD Pictures.
- Cerita film ini fokus pada kisah emosional perjuangan ayah (Papa Zola) dan ibu menyelamatkan putri mereka yang diculik ke dunia simulasi game.
- Produksi film ini menelan biaya sekitar Rp75 hingga Rp85 miliar untuk menjamin kualitas visual dan narasi kekeluargaan kuat.
"Nanti 23 Januari, dua hari lagi gajian tanggal 25, bisa langsung jajan nonton Papa Zola ajak keluarga," ujarnya.
MD Pictures optimistis film ini akan diterima luas, mengingat rekam jejak universe BoBoiBoy yang selalu positif di Indonesia.
Mereka menargetkan ratusan layar untuk penayangan perdana.
Kalahkan Avatar dan "Surat Cinta" untuk Ayah
Di Malaysia, film ini mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih 3,5 juta penonton dan pendapatan sekitar 200 juta Ringgit.
Sang sutradara sekaligus CEO Monsta, Nizam Razak, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa film ini berhasil mengungguli jumlah penonton Avatar di minggu-minggu awal penayangannya di Malaysia.
Menurut Nizam, kekuatan utama film ini bukan hanya pada komedi atau aksi superhero, melainkan pada pesan kekeluargaan yang kuat.
Dia menyebut film ini sebagai "surat cinta" untuk para ayah dan pejuang keluarga.
"Ramai orang yang menonton cerita Papa Zola, mereka kira cerita ini lebih kepada superhero kan? Tapi lalu mereka tahu, 'Oh, sebenarnya cerita ini tentang kehidupan, tentang pengorbanan seorang bapak, tentang sayangnya kepada istri dan anak-anak.' So mereka sangat terkejut dan kita bisa mengalahkan Avatar," ucap Nizam.
Pria yang juga mengisi suara karakter Papa Zola ini mengaku tersentuh melihat respons penonton.
"Yang paling membuat saya tersentuh adalah ramai orang yang kalau mereka tonton bersama keluarga, baliknya anaknya akan tulis pesan 'Terima kasih Bapak,' dia akan peluk bapaknya, istri akan lebih sayang," tuturnya.
Investasi Rp85 Miliar untuk Kualitas Visual
Demi menghadirkan kualitas visual yang mampu bersaing di kancah internasional, Monsta tidak main-main dalam hal pendanaan.
Nizam membeberkan bahwa proyek peluncuran IP (Intellectual Property) baru Papa Zola ini menelan biaya yang fantastis.
"Biayanya sekitar US$5 juta end-to-end. Artinya tidak hanya produksi, tapi juga biaya pemasaran. Sekitar Rp75 sampai Rp85 miliar," ucap Nizam.
Angka tersebut mencakup produksi film, konten digital pendek, hingga persiapan untuk serial Papa Pipi yang akan dirilis setelah film ini.
Cynthia, selaku Desainer Produksi menambahkan bahwa timnya melakukan riset mendalam selama berbulan-bulan untuk menciptakan visual yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mendukung narasi cerita.
"Kita mikirin gimana visual yang memang cocok untuk merepresentasikan cerita ini sendiri. Jadi bukan hanya secara visual dia pleasing, tetapi dia juga kena dengan jalan ceritanya itu sendiri," ujar Cynthia.
Film ini juga melibatkan talenta musik Indonesia.
Lagu dari band Batas Senja dipilih untuk mengisi salah satu adegan paling ikonik dan emosional dalam film tersebut, yang menurut Nizam sangat pas menggambarkan perjuangan hidup jatuh-bangun seorang ayah.
Harapan untuk Penonton Indonesia
Menutup sesi wawancara, Rifky dari MD Pictures menegaskan bahwa mereka tidak ingin membanding-bandingkan film ini dengan animasi negara lain.
Fokus utama mereka adalah memberikan pengalaman menonton yang utuh dan menyentuh hati bagi keluarga Indonesia.
"Kami mau mereka menonton film Papa Zola dengan hati yang penuh, keluar dengan suasana happy, bisa menyayangi, ingat keluarga, ingat orangtua, atau ingat anak, itu adalah pengalaman utamanya," imbuh Rifky.