- Film animasi Malaysia, Papa Zola: The Movie, akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 23 Januari 2026 melalui distributor MD Pictures.
- Cerita film ini fokus pada kisah emosional perjuangan ayah (Papa Zola) dan ibu menyelamatkan putri mereka yang diculik ke dunia simulasi game.
- Produksi film ini menelan biaya sekitar Rp75 hingga Rp85 miliar untuk menjamin kualitas visual dan narasi kekeluargaan kuat.
Suara.com - Sukses mencetak fenomena di negara asalnya, Malaysia, film animasi Papa Zola: The Movie (atau Papa Zola: Game On) akhirnya dipastikan menyapa penonton Indonesia.
Menggandeng MD Pictures sebagai distributor resmi, film produksi Monsta Studios ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Tanah Air pada 23 Januari 2026.
Kepastian ini disampaikan langsung dalam sesi wawancara roundtable bersama jajaran kreator dan distributor di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Film yang disutradarai oleh Nizam Razak ini tidak sekadar menampilkan aksi jenaka sang guru "Kebenaran" yang ikonik dari serial BoBoiBoy.
Lebih dalam dari itu, Papa Zola: The Movie mengangkat kisah emosional tentang perjuangan seorang ayah.
Sinopsis film ini menceritakan Papa Zola (disuarakan oleh Nizam Razak) dan istrinya, Mama Zila, yang ternyata adalah mantan agen rahasia.
Kehidupan tenang mereka terusik ketika alien jahat bernama Kachax menculik putri tercinta mereka, Pipi Zola, ke dalam dunia game simulasi.
Papa Zola dan Mama Zila harus kembali beraksi demi menyelamatkan buah hati mereka sebelum terlambat.
Baca Juga: Sinopsis Papa Zola The Movie, Film Malaysia yang Kalahkan Avatar: Fire and Ash
Strategi Rilis: Menghindari "Bentrok" di Desember
Meski film ini sudah rilis di Malaysia pada Desember 2025 dan sukses besar, MD Pictures memilih strategi berbeda untuk pasar Indonesia.
Perwakilan Distributor MD Pictures, Rifky, menjelaskan alasan pemilihan tanggal 23 Januari 2026 bukan tanpa sebab.
![Wawancara round table dengan kreator film Papa Zola di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat, 9 Januari 2025. [Tiara Rosana/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/09/17312-papa-zola-the-movie.jpg)
Pihaknya ingin memberikan ruang napas agar film ini tidak bertarung langsung dengan film blockbuster Hollywood seperti Avatar yang mendominasi layar di akhir tahun.
"Menurut kita secara strategical, 23 Januari adalah waktu yang tepat. Jadi saat film Desember sedang tayang, kita promokan film Papa Zola. Jadi siapapun yang liburan nonton 'film biru' (Avatar) yang lagi box office besar, ada trailer Papa Zola, nanti mereka ingat," kata Rifky kepada awak media.
Dia menambahkan faktor ekonomi juga menjadi pertimbangan cerdas.
"Nanti 23 Januari, dua hari lagi gajian tanggal 25, bisa langsung jajan nonton Papa Zola ajak keluarga," ujarnya.
MD Pictures optimistis film ini akan diterima luas, mengingat rekam jejak universe BoBoiBoy yang selalu positif di Indonesia.
Mereka menargetkan ratusan layar untuk penayangan perdana.
Kalahkan Avatar dan "Surat Cinta" untuk Ayah
Di Malaysia, film ini mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih 3,5 juta penonton dan pendapatan sekitar 200 juta Ringgit.
Sang sutradara sekaligus CEO Monsta, Nizam Razak, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa film ini berhasil mengungguli jumlah penonton Avatar di minggu-minggu awal penayangannya di Malaysia.
Menurut Nizam, kekuatan utama film ini bukan hanya pada komedi atau aksi superhero, melainkan pada pesan kekeluargaan yang kuat.
Dia menyebut film ini sebagai "surat cinta" untuk para ayah dan pejuang keluarga.
"Ramai orang yang menonton cerita Papa Zola, mereka kira cerita ini lebih kepada superhero kan? Tapi lalu mereka tahu, 'Oh, sebenarnya cerita ini tentang kehidupan, tentang pengorbanan seorang bapak, tentang sayangnya kepada istri dan anak-anak.' So mereka sangat terkejut dan kita bisa mengalahkan Avatar," ucap Nizam.
Pria yang juga mengisi suara karakter Papa Zola ini mengaku tersentuh melihat respons penonton.
"Yang paling membuat saya tersentuh adalah ramai orang yang kalau mereka tonton bersama keluarga, baliknya anaknya akan tulis pesan 'Terima kasih Bapak,' dia akan peluk bapaknya, istri akan lebih sayang," tuturnya.
Investasi Rp85 Miliar untuk Kualitas Visual
Demi menghadirkan kualitas visual yang mampu bersaing di kancah internasional, Monsta tidak main-main dalam hal pendanaan.
Nizam membeberkan bahwa proyek peluncuran IP (Intellectual Property) baru Papa Zola ini menelan biaya yang fantastis.
"Biayanya sekitar US$5 juta end-to-end. Artinya tidak hanya produksi, tapi juga biaya pemasaran. Sekitar Rp75 sampai Rp85 miliar," ucap Nizam.
Angka tersebut mencakup produksi film, konten digital pendek, hingga persiapan untuk serial Papa Pipi yang akan dirilis setelah film ini.
Cynthia, selaku Desainer Produksi menambahkan bahwa timnya melakukan riset mendalam selama berbulan-bulan untuk menciptakan visual yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mendukung narasi cerita.
"Kita mikirin gimana visual yang memang cocok untuk merepresentasikan cerita ini sendiri. Jadi bukan hanya secara visual dia pleasing, tetapi dia juga kena dengan jalan ceritanya itu sendiri," ujar Cynthia.
Film ini juga melibatkan talenta musik Indonesia.
Lagu dari band Batas Senja dipilih untuk mengisi salah satu adegan paling ikonik dan emosional dalam film tersebut, yang menurut Nizam sangat pas menggambarkan perjuangan hidup jatuh-bangun seorang ayah.
Harapan untuk Penonton Indonesia
Menutup sesi wawancara, Rifky dari MD Pictures menegaskan bahwa mereka tidak ingin membanding-bandingkan film ini dengan animasi negara lain.
Fokus utama mereka adalah memberikan pengalaman menonton yang utuh dan menyentuh hati bagi keluarga Indonesia.
"Kami mau mereka menonton film Papa Zola dengan hati yang penuh, keluar dengan suasana happy, bisa menyayangi, ingat keluarga, ingat orangtua, atau ingat anak, itu adalah pengalaman utamanya," imbuh Rifky.