- Video lama Aurelie Moeremans tentang kekerasan muncul kembali bersamaan peluncuran bukunya.
- Aurelie pernah disekap dan diancam Roby Tremonti saat ibunya melihat memar.
- Pengalaman kekerasan fisik serta tekanan psikologis kini terhubung dengan isi buku Broken Strings.
Suara.com - Media sosial kembali bergolak setelah sebuah video lama Aurelie Moeremans mendadak muncul lagi di berbagai platform. Video yang sebelumnya nyaris tenggelam itu kini viral setelah diunggah ulang warganet, tepat di tengah ramainya perbincangan soal buku Broken Strings yang baru ia rilis.
Banyak netizen merasa potongan wawancara lawas tersebut seperti potongan puzzle yang akhirnya memperjelas kisah kelam yang selama ini hanya samar terdengar.
Dalam video infotainment itu, Aurelie tampil tanpa filter, menceritakan seperti apa hubungannya dengan Roby Tremonti di masa lalu. Ia mengisahkan sebuah momen ketika bertemu ibu Roby dalam kondisi tubuh yang penuh memar.
“nggak, mereka nggak tahu sama sekali Roby kayak gimana ke aku. Makanya aku kayak sempet turun kan ketemu sama Mamanya Roby. Tiba-tiba dia kaget, itu kenapa biru-biru? Aku di samping Roby waktu itu, dan Roby udah merotot gitu, yang awas ya ngomong, awas ya ngomong,” ucap Aurelie.
Tatapan dan ancaman itu membuatnya memilih diam, bahkan ketika orang lain mulai curiga dengan kondisi fisiknya. Alih-alih berkata jujur, Aurelie justru berbohong untuk melindungi Roby.
“Aku yang, ini loh, kemarin ada adegan fighting, makanya biru-biru, tapi enggak apa-apa. Mamanya sempat tanya, bukan Robby kan? Ya bukan, aku bilang bukan Robby kayak gitu, aku bela-belain dia banget,” katanya.
Pengakuan ini seolah menunjukkan bagaimana korban kekerasan sering kali justru menutup-nutupi pelaku, bahkan di hadapan orang yang sebenarnya bisa menjadi penyelamat.
Aurelie juga menjelaskan bentuk kekerasan yang ia alami, yang kini dipandang netizen sebagai upaya menormalisasi luka.
“Aku enggak dipukul sampe nonjok gitu, itu enggak. Aku paling ditampak, dijambak,” katanya.
Baca Juga: Roby Tremonti Main Film Apa Saja? Ini Jejak Kariernya di Dunia Hiburan
Kalimat itu, meski terdengar ringan, justru menggambarkan betapa ia sudah terbiasa dengan perlakuan kasar tersebut, seolah itu bukan sesuatu yang serius.
Tak hanya kekerasan fisik, tekanan psikologis juga menyertai. Ia menyebut pesan-pesan ancaman Roby yang bahkan sempat dibaca oleh teman-temannya.
“Dia bilang, iya, awas ya kamu ngomong lagi, aku masih simpen banyak ludah buat kamu,” ujar Aurelie.
Ucapan itu kini dipandang sebagai bentuk intimidasi dan kontrol, sebuah pola yang juga banyak digambarkan dalam bukunya, Broken Strings.
Buku tersebut memang mengangkat kisah hubungan yang penuh luka, ketakutan, dan manipulasi emosional oleh seorang tokoh bernama Bobby pada Aurelie di masa remaja, yang kini terasa semakin nyata ketika publik melihat kembali video lama itu.
Banyak netizen merasa bahwa Aurelie sebenarnya sudah “berteriak” sejak dulu, hanya saja saat itu tidak cukup banyak orang yang benar-benar mendengarkan atau bertindak. Itulah yang membuat publik hari ini tak habis pikir.